x

BNPB Evakuasi Lebih dari 2 Ribu Warga Terdampak Fenomena Pergeseran Tanah di Tegal

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 22:01 23 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Fenomena Pergeseran Tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih terus terjadi hingga Senin (9/2). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari dua ribu warga terdampak telah diungsikan sebagai langkah antisipasi risiko lanjutan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa total pengungsi mencapai 2.453 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 945 laki-laki, 982 perempuan, 220 lansia, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, dan 894 dewasa.

”Para pengungsi terpusat di delapan titik pengungsian, yaitu Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha Kecamatan Jatinegara,” ungkap Abdul Muhari kepada awak media.

BNPB memastikan timnya tetap siaga di lokasi terdampak. Selain melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah (pemda) setempat, bantuan logistik dan kebutuhan permakanan terus disalurkan kepada para pengungsi. Di sisi lain, penanganan dilakukan secara paralel guna mempercepat proses pemulihan.

”Pendataan warga terdampak dan pencarian lokasi untuk pembangunan huntara. Dinas Sosial, Dukcapil, dan Perkim Kabupaten Tegal melakukan verifikasi dan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA) untuk penerbitan surat keputusan kebutuhan hunian sementara (huntara),” jelas Abdul Muhari.

Selanjutnya, BNPB bersama pemda akan mendampingi ESDM Pemprov Jateng dalam melakukan asesmen kelayakan lahan untuk pembangunan huntara dan relokasi warga. Abdul Muhari juga mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan petugas BPBD setempat guna mengantisipasi potensi ancaman yang dapat meluas.

Sebelumnya, fenomena tanah bergerak di Kabupaten Tegal terjadi pada Selasa dini hari (3/2). Kondisi tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi serta kontur tanah yang miring dan labil, sehingga meningkatkan risiko pergeseran tanah.

Sebanyak 464 unit rumah terdampak dalam peristiwa ini, terdiri atas 205 rumah rusak berat, 174 rumah rusak sedang, dan 85 rumah rusak ringan.

Tak hanya permukiman warga, dampak juga menjalar ke 36 fasilitas umum, meliputi fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, pemerintahan, serta infrastruktur vital seperti tiga akses jalan, satu jembatan, dan satu bendungan irigasi.

Hingga kini, pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan validitas dan kelengkapan data kerusakan. Pemerintah daerah bersama BNPB terus berupaya mempercepat penanganan demi memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
9 hours ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x