Papan layar pergerakan saham di BEI. (Foto: Istimewa) TODAYNEWS.ID – Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa operasional bursa tetap berjalan normal. Ia memastikan seluruh proses pengambilan keputusan manajemen tidak mengalami gangguan sedikit pun di tengah dinamika yang terjadi.
“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Jakarta.
Selain itu, BEI terus mendorong penguatan transparansi dan tata kelola sebagai bagian penting dari reformasi pasar modal. Jeffrey menyebut pihaknya mencermati perkembangan kebutuhan dari berbagai penyedia indeks global agar pasar modal Indonesia semakin dipercaya oleh investor internasional.
“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa Indeks Provider Global, dan kami sudah menampung apa yang diharapkan, dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan terhadap keberlangsungan perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. Dukungan ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan BEI agar operasional bursa tetap berjalan normal selama masa transisi kepemimpinan.
Menurut Airlangga, pejabat pelaksana tugas akan memastikan fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, serta pengawasan pasar tetap berjalan tanpa hambatan. Ia menekankan bahwa kekuatan institusi keuangan nasional bertumpu pada sistem yang dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik dan praktik terbaik internasional.
Lebih lanjut, pemerintah mendorong percepatan reformasi pasar modal melalui langkah struktural, termasuk demutualisasi bursa. Kebijakan ini bertujuan menyelaraskan struktur BEI dengan bursa modern di tingkat global.
Selain itu, peningkatan likuiditas akan dilakukan melalui kenaikan minimum free float menjadi 15 persen atau menyesuaikan standar global. Dengan semakin banyak saham dilepas ke publik, pasar diharapkan menjadi lebih transparan, likuid, dan berintegritas.
Penguatan transparansi juga dilakukan melalui pengetatan aturan beneficial ownership atau kepemilikan akhir yang sebenarnya, serta kejelasan afiliasi pemegang saham. Evolusi struktural ini menjadi bagian penting dari reformasi pasar modal agar Indonesia semakin sejajar dengan pasar internasional.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa reformasi pasar modal bukan hanya soal angka perdagangan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, perlindungan investor, dan fondasi tata kelola yang kuat untuk jangka panjang.