x

BBM Subsidi Tak Naik, Wamenkeu Pastikan Ekonomi Tetap Stabil

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Apr 2026 20:23 22 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali meski pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Langkah menahan BBM subsidi ini, menurut Juda, bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi yang berpotensi meningkat akibat tekanan global.

“Resepnya adalah kita harus jaga daya beli masyarakat. Jadi BBM tidak kita naikkan,” ujar Juda dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Hingga kuartal I 2026, Juda menilai kinerja ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,4 hingga 6 persen.

Capaian tersebut didukung oleh konsumsi domestik yang tetap kuat, peningkatan ekspor komoditas seperti batu bara, serta menguatnya harga minyak kelapa sawit (CPO). Selain itu, investasi juga terus memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kinerja penerimaan pajak dan belanja negara juga menunjukkan tren positif. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun tetap terjaga di bawah ambang batas 3 persen.

Di sisi lain, pemerintah mengakui adanya peningkatan belanja subsidi akibat kebijakan menahan harga BBM. Namun, hal ini diimbangi dengan upaya efisiensi pada pos belanja lainnya agar tetap efektif dalam mendukung program prioritas.

“Karena belanja subsidinya naik, ini kita kelola supaya belanja yang lain lebih efisien tapi tetap efektif untuk mendorong program-program prioritas. Ada ruang-ruang untuk efisiensi. Inilah yang kita kelola sehingga overall APBN kita masih bisa kita jaga di bawah 3 persen budget defisitnya,” ujar Juda.

Lebih lanjut, Juda menegaskan bahwa setiap kebijakan fiskal yang diambil telah melalui perhitungan yang matang. Pendekatan ini mencerminkan sikap adaptif pemerintah, didukung koordinasi yang kuat serta komunikasi yang transparan dalam menghadapi ketidakpastian global.

“Apa yang kami sampaikan ini di fiskal ini adalah based on perhitungan-perhitungan detail. Jadi ini memang sebuah masukan dan tentu saja komunikasi harus terus kita lakukan dari hari ke hari,” tuturnya.

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menegaskan bahwa kebijakan strategis, termasuk menahan harga BBM subsidi hingga akhir 2026, merupakan hasil koordinasi di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski kondisi global masih diliputi ketidakpastian, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Pasalnya, kondisi fiskal dan pendapatan negara dinilai masih cukup kuat untuk menopang kebijakan subsidi tersebut.

Salah satu penopangnya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun, yang menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas fiskal nasional.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
12 hours ago
15 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x