Banjir melanda wilayah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, (13/2) dipicu hujan lebat yang menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga. Sumber: BPBD Kabupaten Bima TODAYNEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Laporan kejadian bencana yang berhasil dihimpun sejak Sabtu (14/2) hingga Minggu (15/2), pukul 07.00 WIB.
Peristiwa pertama, banjir melanda wilayah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (13/2).
“Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir sejak pukul 16.30 hingga 18.30 WITA,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air dari wilayah pegunungan meningkat drastis hingga sungai tidak mampu menampung aliran air.
“Sehingga, meluap dan merendam permukiman warga,” jelas Abdul Muhari.
“Luapan air juga mengakibatkan putusnya satu unit jembatan penghubung lintas Desa Sumi dan Desa Nggelu,” tambah dia.
Dampak banjir terjadi di dua kecamatan dan tiga desa, yaitu Kecamatan Langgudu di Desa Oi Karumbu dan Desa Doro O’o serta Kecamatan Lambu di Desa Nggelu.
Sebanyak kurang lebih 180 kepala keluarga atau 566 jiwa terdampak, dengan rincian 153 kepala keluarga atau 473 jiwa di Desa Oi Karumbu dan 27 kepala keluarga atau 93 jiwa di Desa Doro O’o.
Kerugian materiil mencakup sekitar 180 unit rumah terdampak, satu unit fasilitas pendidikan terendam, serta satu unit jembatan dengan panjang 6 meter dan lebar 7 meter yang putus.
“Tinggi muka air saat kejadian diperkirakan mencapai 20 hingga 80 sentimeter,” kata Abdul Muhari.
BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan para pemangku kepentingan terkait.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bima melakukan asesmen langsung ke lokasi terdampak.
Masyarakat Desa Nggelu secara swadaya membangun jembatan darurat, sementara BPBD Kabupaten Bima melakukan pelaporan serta diseminasi informasi dampak bencana.
Status tanggap darurat banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2026 ditetapkan melalui keputusan gubernur yang berlaku sejak 19 Januari hingga 18 April 2026.
Pos Komando Tanggap Darurat juga telah dibentuk, serta status siaga darurat tahun 2025/2026 masih berlaku. Selain itu, direncanakan perpanjangan status tanggap darurat selama 29 hari terhitung mulai 4 Februari hingga 4 Maret 2026.
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi dukungan logistik dan peralatan, alat berat untuk pembersihan material longsor dari rumah warga, pemasangan bronjong di aliran sungai di Desa Karumbu, serta pembangunan jembatan darurat penghubung Desa Sumi dan Desa Nggelu
Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Bima, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan aparat desa.
“Perkembangan terkini menunjukkan kondisi banjir berangsur surut. Warga mulai melakukan pembersihan secara mandiri di lingkungan masing-masing,” pungkas dia.