x

Banjir di Cipulir Sebabkan Warga Tak Sempat Sahur Karena Selamatkan Barang

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 21:01 27 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Sejumlah warga di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengaku tidak sempat sahur karena harus menyelamatkan barang-barang saat banjir melanda kawasan tersebut.

“Jam 05.00 WIB, habis sahur ya pas adzan. Saya enggak sempat sahur, sudah wanti-wanti air sudah naik sampai situ,” kata Zoko saat ditemui di lokasi banjir kawasan Gang Suwardi, Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat.

Zoko menjelaskan, ketika air mulai meninggi, ia langsung bergegas membereskan dan mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Mesin cuci, kasur, hingga pakaian menjadi prioritas utama untuk diamankan dari genangan.

“Dadakan saja airnya langsung naik cepat. Yang penting baju-baju diangkat dulu, kalau sempat baru kasur,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, ia mengaku tidak kuat menjalankan puasa karena sejak pagi harus berjibaku dengan genangan air yang merendam rumahnya.

Selain itu, warga menyebut banjir di wilayah tersebut bukanlah banjir tahunan, melainkan kerap terjadi saat hujan deras dengan intensitas tinggi dari siang hingga malam hari. Dalam tiga tahun terakhir tinggal di lokasi itu, ia sudah mengalami banjir sebanyak dua kali.

“Baru dua kali. Yang pertama waktu bulan puasa juga,” katanya.

Sementara itu, sang istri, Khotimah, menjelaskan bahwa biasanya informasi status siaga diperoleh dari pihak kelurahan melalui RT dan RW. Namun, kali ini kenaikan air dinilai sangat cepat meskipun sudah ada pemberitahuan sebelumnya.

“Biasanya ada laporan siaga satu, siaga dua. Tadi sudah siaga, tapi naiknya cepat,” ujar Khotimah.

Ia mengatakan tinggal bersama suami dan tiga anaknya, dan memastikan seluruh anggota keluarga dalam kondisi aman meski rumah terdampak banjir.

Untuk sementara waktu, ia memilih meliburkan usaha dagang gorengan dan takjil yang biasa dijajakan di pinggir jalan karena harus fokus membersihkan rumah.

Ke depan, keluarga tersebut bahkan berencana pindah dari lokasi tersebut setelah Lebaran untuk menghindari risiko banjir yang terus berulang. “Niat pindah habis Lebaran. Sudah ada rencana cari tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sebanyak 123 RT dan 9 ruas jalan masih tergenang hingga pukul 12.00 WIB.

BPBD DKI juga telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi optimal.

Bersama lurah dan camat setempat, seluruh unsur terkait turut menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir. Genangan pun ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat.

BPBD DKI mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi nomor telepon 112 yang tersedia gratis selama 24 jam.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x