x

AS Pastikan Mendagri Venezuela Bakal Jadi Target Selanjutnya Jika Tidak Kooperatif

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Jan 2026 12:01 7 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memperingatkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Venezuela Diosdado Cabello, bahwa ia dapat menjadi target utama tindakan AS, kecuali jika Cabello mau bekerja sama dengan rencana Washington dalam mendukung Presiden Sementara Delcy Rodríguez menjaga ketertiban.

Seorang pejabat AS seperti diberitakan Reuters, menyebutkan bahwa pembangkangan Cabello dapat menyebabkan penangkapan atau pengusiran seperti nasib yang dialami Presiden Nicolás Maduro baru-baru ini.

Meskipun dipandang sebagai potensi penghalang, para pejabat AS saat ini melihat Cabello sebagai salah satu dari sedikit tokoh senior yang mampu mencegah kerusuhan selama apa yang digambarkan Washington sebagai masa transisi yang rapuh.

Mereka khawatir bahwa penyingkiran mendadak Cabello dapat memicu reaksi kekerasan dari kelompok-kelompok bersenjata yang setia kepada pemerintah, sehingga berisiko menimbulkan ketidakstabilan yang lebih luas.

Peringatan terbaru ini muncul ketika Amerika Serikat memberikan tekanan pada tokoh-tokoh senior dari pemerintahan Venezuela sebelumnya dalam upaya mengendalikan transisi politik negara itu setelah penculikan Maduro.

Sementara, tokoh lainnya yang berada di bawah pengawasan ketat AS adalah Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, yang menghadapi tuduhan perdagangan narkoba dari AS dan hadiah jutaan dolar.

Para pejabat Amerika percaya bahwa kerja sama Padrino sangat penting mengingat kendalinya atas angkatan bersenjata dan memandangnya sebagai sosok yang lebih pragmatis dan terbuka terhadap jalan keluar melalui negosiasi.

“Ini masih merupakan operasi penegakan hukum, dan kami belum selesai,” kata seorang pejabat Departemen Kehakiman AS, melansir Presstv, Kamis (8/1/2026).

Para pejabat AS khawatir bahwa penyerahan kekuasaan secara demokratis secara langsung dapat memicu kekacauan, perebutan kekuasaan internal, atau bahkan kudeta oleh orang-orang dalam yang terpinggirkan.

Untuk saat ini, mereka memprioritaskan stabilitas daripada reformasi politik, dengan pemilihan umum sebagai tujuan jangka panjang, menurut laporan tersebut.

Rodríguez dipandang Washington sebagai tokoh sentral dalam pengaturan transisi. Para pejabat AS menggambarkannya sebagai seorang teknokrat yang bersedia bekerja sama dengan Amerika Serikat, khususnya dalam hal energi dan ekonomi, tambah laporan tersebut.

Adapun di antara tuntutan Washington adalah membuka industri minyak Venezuela dengan persyaratan yang menguntungkan perusahaan AS, menindak tegas dugaan perdagangan narkoba, mengusir pasukan keamanan Kuba, dan mengakhiri kerja sama keamanan dengan Iran.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x