x

Apa Kabar Aktor Intelektual Penyerangan Andrie Yunus?

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Apr 2026 15:00 22 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, mengkritik keras pemerintah maupun Kementerian/Lembaga negara yang alergi terhadap kritikan publik.

Hal itu disampaikan Fernando usai kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus beberapa waktu lalu belum juga menemui titik terang siapa dalang dibalik penyiraman air keras tersebut.

“Masyarakat Indonesia masih berharap kasus penyiraman terhadap aktivitas KontraS Andrie Yunus akan dilakukan secara tuntas dan terang benderang tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” kata Fernando kepada TODAYNEWS, Kamis (2/4/2026).

“Saya meyakini siapapun yang menjadi aktor intelektual dan para pelaku penyiraman terhadap Andrie Yunus adalah para pecundang dan anti demokrasi karena tidak mau di kritik dan dievaluasi,” tambah Fernando menegaskan.

Pasalnya kata Fernando, penyiraman air keras yang dilakukan oleh oknum Badan Intelijen Strategis (BAIS) diduga setelah korban mengkritik supremasi sipil di Indonesia yang dinilai mengganggu kenyamanan salah satu institusi negara.

“Sangat kuat dugaan dan kecurigaan masyarakat bahwa penyiraman terhadap Andrie Yunus karena kritiknya terkait dengan supremasi sipil di Indonesia yang sepertinya mengusik kenyamanan salah satu institusi negara,” kata Fernando

“Mungkin mereka sudah sangat menikmati jabatan di ranah sipil yang dirampas secara konstitusi,” lanjutnya.

Fernando menegaskan bahwa institusi negara yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seharusnya terbuka terhadap kritik publik.

“Sebagai institusi yang bersumber dari seharusnya bisa menerima kritik dari siapapun dan sekeras apapun. Kalau tidak mau di kritik dan dievaluasi ya sebaiknya jadi Ormas (Organisasi Masyarakat) saja,” pungkasnya.

Fernando menambahkan, kritik seharusnya dipandang sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia, bukan sebagai ancaman ataupun lawan, karena anggaran institusi negara berasal dari pajak rakyat.

“Kalau memang benar dan berjalan sesuai dengan konstitusi kenapa harus takut atau bahkan anti terhadap kritik,” tukasnya.

Untuk itu, Fernando berharap Presiden Prabowo Subianto bersikap tegas dalam menegakkan hukum terkait kasus tersebut dan membongkar siapa otak dibalik penyiraman tersebut.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
23 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x