Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago. Istimewa TODAYNEWS.ID – Pengamat politik dari Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago, memprediksi bahwa Partai Demokat akan meninggalkan Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029 apabila Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono tidak diberikan ruang untuk bersanding dengan Prabowo.
Menurutnya pertemuan Anies Baswedan dengan AHY-SBY di Cikeas pada moment Idulfitri, bukan sekadar silaturahmi lebaran biasa, melainkan upaya untuk menduetkan Anies–AHY di Pilpres 2029 setelah sebelumnya gagal bersanding di Pilpres 2024.
Ia menilai baik Anies maupun AHY, keduanya sama-sama telah sediakan payung sebelum hujan. Anies adalah salah satu payungnya, begitu pun AHY salah satu langkah bagi Anies agar kartunya tetap hidup di 2029.
“Kalau Demokrat tidak mendapatkan ruang yang cukup di pemerintahan, maka kemungkinan membangun poros baru bersama Anies bisa kembali terbuka menjelang Pilpres 2029,” ujar Arifki, pada Rabu (25/3/2026).
Meski begitu, menurut Arifki, tantangan terbesar duet tersebut terletak pada ambisi politik masing-masing tokoh. Baik Anies maupun AHY dinilai memiliki posisi tawar sebagai calon presiden (capres).
“Ini yang perlu dicarikan titik temu. Tapi dalam politik, kompromi selalu mungkin terjadi jika kepentingannya bertemu,” ujarnya.
Arifki juga menilai pertemuan yang berlangsung di kediaman SBY memiliki makna simbolik. Menurutnya, Cikeas kerap menjadi ruang penting dalam pengambilan arah politik Partai Demokrat.
“Kalau pertemuan ini terjadi dan berlangsung hangat, artinya komunikasi politik itu tidak hanya terbuka, tapi juga mendapat ruang yang serius,” katanya.
Lebih lanjut, menurut Arifki, pertemuan tersebut memang bukan keputusan politik. Namun, cukup kuat untuk dibaca sebagai langkah awal dalam “memancing” kemungkinan duet Anies–AHY kembali muncul pada Pilpres 2029.