Mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) sekaligus Analis Militer, Stanislav Krapivnik. TODAYNEWS.ID – Mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) sekaligus Analis Militer, Stanislav Krapivnik, memberikan analisis mendalam terkait kesiapan militer Iran dan integrasi dukungan asing yang sedang berlangsung di tengah ketegangan dengan AS.
Analisis itu disampaikan Krapivnik dalam program acara ‘Journalistically Speaking’ kantor berita RT yang dipandu oleh pembawa acara Rick Sanchez, sebagaimana dilansir Presstv, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya latihan angkatan laut gabungan antara Iran, Rusia dan China di Selat Hormuz merupakan pesan yang jelas dari kedua negara tersebut yang tak akan tinggal diam jika terjadi konfrontasi militer dengan AS atau Israel.
“Rusia dan China sudah mengirimkan sinyal dengan merencanakan latihan gabungan di Iran,” kata Krapivnik.
“Bagi Rusia, Iran adalah gerbang menuju Kaukasus dan Asia Tengah; sementara bagi China, Iran membuka pintu ke Asia Tengah dan sekitarnya. Mereka tidak akan membiarkan Iran runtuh begitu saja.”
Krapivnik juga menilai bahwa fokus utama keterlibatan Rusia dan China adalah pengembangan sistem pertahanan udara terpadu di Iran.
“Iran menghadirkan platform integrasi bagi Rusia dan China, di mana mereka mungkin akan diuji dalam pertempuran,” jelasnya.
Selain itu, Krapivnik mencatat bahwa operasi militer Iran sebelumnya, termasuk perang 12 hari pada Juni 2025 lalu dengan rezim Zionis Israel, sengaja dibatasi oleh Iran.
“Saat itu Iran tidak mengerahkan seluruh kekuatannya – mereka hanya menyerang pangkalan militer, menghindari daerah berpenduduk. Tetapi jika ini meningkat menjadi perang besar-besaran, ceritanya akan sangat berbeda,” kata Krapivnik.
Lebih lanjut, kata Krapivnik mengingat wilayah Israel yang tidak sebesar Iran, maka akan mudah bagi Teheran untuk meratakan Israel apabila negara itu benar-benar serius.
“Israel sangat kecil, dan sebagian besar penduduk tinggal di beberapa kota besar, sehingga meleset dari target hampir tidak mungkin. Di mana pun bom itu mendarat, pasti akan mengenai seseorang,” jelas Krapivnik.