Salah satu gedung Universitas Teknologi Sharif di Teheran hancur dibom militer AS-Israel pada Senin (6/4/2026) pagi. Foto: Kantor Berita Tasnim TODAYNEWS.ID – Militer Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis Israel kembali menyerang perguruan tinggi di Iran, pada Senin (6/4/2026) pagi sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim.
Dalam serangan terbaru, AS-Israel menargetkan Universitas Teknologi Sharif di Teheran, yang dikenal sebagai salah satu pusat akademik terkemuka di Iran.
Rektor Universitas Teknologi Sharif, Massoud Tajrishi, akibat serangan biadab itu salah satu bangunan di kampus tersebut dilaporkan rusak parah.
Penyerangan terhadap pusat pendidikan Iran merupakan bukti bahwa musuh-musuh Ir takut akan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan di negara itu.
Ia berharap Angkatan Bersenjata Iran segera memberikan merespons terhadap serangan pusat pendidikan yang menjadi ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan negara itu sebagai kekuatan ilmiah utama di dunia untuk generasi mendatang.
Menurut laporan Tasnim, serangan terhadap Universitas Sharif tidak mengakibatkan korban jiwa.
Selain itu, mengingat serangan tersebut menargetkan gedung teknologi informasi, surat kabar Sharif melaporkan bahwa berkat tindakan pencegahan yang dilakukan sebelumnya, salinan cadangan data universitas di bidang pendidikan, penelitian, dan administrasi tersedia, sehingga meredakan kekhawatiran.
Sementara itu, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref, memposting pesan di akun X-nya sebagai tanggapan atas serangan keji terhadap pusat akademik tersebut, dengan mengatakan,
“Serangan bom penghancur bunker di Universitas Sharif adalah simbol kewarasan dan ketidaktahuan Trump. Dia tidak mengerti bahwa pengetahuan Iran bukanlah sesuatu yang dapat dihancurkan oleh bom; benteng yang sebenarnya adalah kemauan para profesor dan elit kita,” tulisnya pada Senin (6/4/2026).
Sebelumnya, militer AS-Israel juga telah melakukan pengeboman terhadap Universitas Teknologi Isfahan, dan Universitas Sains serta Teknologi Teheran beberapa waktu lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut serangan Amerika-Israel terhadap universitas-universitas di Iran merupakan bukti bahwa rezim Washington dan Tel Aviv dihantui rasa ketakutan terhadap kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan Iran.
“Penargetan universitas dan pusat-pusat ilmiah bukanlah hal yang lazim dalam konflik bersenjata mana pun, kecuali jika musuh mencapai tingkat keputusasaan,” tulis Baghaei dalam sebuah catatan yang diterbitkan pada hari Minggu (29/3/2026).
“Sehingga mereka percaya bahwa menghambat arus dinamis ilmu pengetahuan dan industri dengan menghancurkan fasilitas ilmiah secara fisik,” lanjut Baghaei.
Lebih lanjut, Baghaei menyebut serangan terhadap sektor pendidikan menunjukkan sifat pengecut dan jahat yang dilakukan para teroris Amerika dan Israel lantaran takut terhadap kemajuan ilmiah bangsa Iran.
“Musuh menargetkan tempat-tempat di mana mereka telah menerima pukulan keras,” kata Baghaei.
“Tidak ada serangan yang lebih menyakitkan daripada melihat ilmu pengetahuan dan teknologi berakar pada kemampuan dalam negeri generasi muda Iran, yang telah mencapai titik di mana Iran sekarang lebih bergantung pada kapasitasnya sendiri daripada negara asing mana pun,” tegas Baghaei.