x

Airlangga Tanggapi Outlook Negatif Fitch Imbas Tekanan Konflik Timur Tengah

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 15:01 20 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai revisi outlook (prospek) peringkat utang Indonesia oleh Fitch Ratings tidak terlepas dari tekanan terhadap perekonomian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Fitch sebelumnya merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, lembaga pemeringkat tersebut tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB atau layak investasi (investment grade).

“Jadi memang (ekonomi) dunia ini outlook-nya lagi diperkirakan akan banyak perubahan dengan perkembangan di Timur Tengah. Tetapi yang penting kan Indonesia tetap investment grade. Nah ke depan tentu apa yang menjadi warning Fitch itu kita pelajari,” kata Airlangga dalam konferensi pers Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis.

Menurut Airlangga, laporan yang disampaikan Fitch dapat menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat sejumlah aspek fundamental ekonomi nasional, terutama dari sisi penerimaan negara.

Untuk meningkatkan penerimaan negara, Menko Perekonomian menyinggung implementasi Coretax sebagai salah satu strategi pemerintah. Sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasio pajak (tax ratio) dan memperkuat ketahanan fiskal Indonesia.

Pemerintah, kata dia, akan terus mengawal penerapan sistem tersebut agar optimal dalam meningkatkan penerimaan negara di masa mendatang.

“Itu (Fitch Ratings) untuk mengingatkan Indonesia apa yang harus kita pelajari ke depan. Dan tentu beberapa hal yang kita lihat perlu kita perkuat adalah di segi penerimaan. Nah, pemerintah sudah paham itu dan oleh karena itu salah satunya adalah dengan Coretax yang kemarin sudah didorong di Kementerian Keuangan,” tambahnya.

Selain itu, Airlangga juga menanggapi sorotan Fitch terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program prioritas pemerintah tersebut merupakan investasi jangka panjang yang memberikan dampak ekonomi signifikan.

Ia merujuk pada sejumlah studi dari Bank Dunia dan Rockefeller Foundation yang menunjukkan bahwa setiap satu dolar investasi dalam program tersebut berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi hingga tujuh dolar.

“Jadi itu adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu. Bahkan Amerika pun melakukan itu sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” tutur Menko.

Terkait sorotan Fitch terhadap Danantara, Airlangga menjelaskan bahwa lembaga tersebut masih tergolong baru sehingga memerlukan waktu untuk membangun rekam jejak yang kuat.

Menurutnya, sebagai sovereign wealth fund yang baru terbentuk, Danantara membutuhkan waktu agar dikenal secara luas oleh investor global dan memperoleh kepercayaan pasar.

“Danantara kan suatu organisasi yang sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kan kenal. Jadi, dan track record-nya diperlukan. Oleh karena itu, perhatian itu menjadi catatan,” kata dia.

Sebelumnya, Fitch Ratings dalam laporannya menyatakan revisi outlook utang Indonesia menjadi negatif mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap ketidakpastian kebijakan pemerintah.

Lembaga pemeringkat tersebut menilai sentralisasi pengambilan kebijakan yang semakin kuat berpotensi memengaruhi prospek fiskal jangka menengah, sentimen investor, serta ketahanan eksternal Indonesia.

Meski begitu, Fitch tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB. Penilaian tersebut didukung oleh rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, prospek pertumbuhan jangka menengah yang dinilai cukup baik, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) yang relatif moderat, serta cadangan devisa yang memadai.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x