Laporan: Afrizal Ilmi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, saat menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28/11) sore. Foto: Dok BNPB TODAYNEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku belum mengetahui nama-nama pejabat yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski demikian, BNPB mengakui sejumlah ruangan di kantornya telah disegel penyidik KPK setelah operasi pada Selasa (13/10/2026).
Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pihaknya belum menerima informasi mengenai identitas orang-orang yang diamankan KPK. Pernyataan tersebut disampaikan Berton di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta, Rabu (14/10/2026).
“Seperti yang kami sampaikan tadi. Kami sampai saat ini belum mendapatkan nama-nama siapa yang menjadi OTT tersebut,” kata Berton.
Kendati belum mengetahui identitas para pihak yang diamankan, BNPB mengonfirmasi adanya penyegelan sejumlah ruangan di kantornya. Langkah tersebut dilakukan KPK setelah menggelar OTT pada Selasa.
Berton menegaskan BNPB menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Dia juga menyatakan pentingnya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi perkara tersebut.
BNPB menyatakan siap bersikap kooperatif untuk mendukung penyidikan KPK. Dukungan itu dilakukan dengan menyediakan dokumen yang diperlukan penyidik untuk mengusut perkara.
“Tentu kami dari BNPB juga mendukung proses hukum secara kooperatif, dan tentu kami akan membantu seluruh dokumen yang dibutuhkan nanti untuk proses hukum ini,” ucap Berton.
Di tengah proses hukum tersebut, BNPB memastikan pelayanan penanggulangan bencana tetap berjalan seperti biasa. Lembaga itu menyatakan penanganan kebencanaan tidak terhenti akibat OTT yang dilakukan KPK.
Sebelumnya, KPK menangkap Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama 13 orang lainnya dalam OTT di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Selasa (13/10/2026). Total terdapat 14 orang yang diamankan dalam operasi tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan pihak-pihak yang diamankan berasal dari unsur pejabat BNPB dan swasta. Mereka terdiri dari Sekretaris Utama BNPB, pejabat pembuat komitmen (PPK), serta sejumlah pihak lainnya.
“Di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, PPK, dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” kata Budi di Yogyakarta, Selasa.
Dalam operasi tersebut, penyidik KPK turut menyita uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia. Barang-barang yang disita itu menjadi bagian dari barang bukti yang diamankan dalam rangkaian OTT.
KPK selanjutnya mendalami perkara tersebut untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki. Sementara itu, BNPB menyatakan akan mengikuti proses hukum dan memenuhi kebutuhan dokumen yang diminta penyidik.
Editor: Aziz Arriadh