x

Kalteng Siapkan 150 Ton Beras Premium untuk Tekan Inflasi

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 15:31 36

TODAYNEWS.ID – Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Perum Bulog memperkuat pasokan pangan melalui pengadaan 150 ton beras premium. Langkah yang dilakukan dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng ini diharapkan membantu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias di Palangka Raya, Selasa, mengatakan pengadaan tersebut dilakukan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Program ini difokuskan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras, terutama di tiga wilayah utama pencatatan Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Palangka Raya, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

“FDP merupakan langkah konkret untuk merespons tekanan inflasi, khususnya dari komoditas beras,” jelasnya.
Menurut dia, melalui skema tersebut, BI memfasilitasi biaya angkut agar pasokan beras dari daerah produsen dapat didatangkan dengan biaya distribusi yang lebih terkendali.

Pemimpin Wilayah Bulog Kalimantan Tengah Erwin Budiana mengatakan, dari total 150 ton beras premium yang disiapkan, sebanyak 75 ton dialokasikan untuk Palangka Raya, 50 ton untuk Kotawaringin Timur, dan 25 ton untuk Kapuas.

“Ini menjadi krusial mengingat karakteristik geografis Kalimantan Tengah yang luas, jarak antar daerah yang relatif jauh, serta perlunya dukungan transportasi daerah dan air yang menuntut perencanaan distribusi secara cermat,” terangnya.

Erwin berharap program Fasilitasi Distribusi Pangan dapat menjadi fondasi berkelanjutan untuk membangun sistem distribusi pangan yang lebih responsif dan tangguh di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil pemantauan dan rekapitulasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng per 12 Oktober 2026, harga rata-rata beras premium tercatat sebesar Rp17.195 per kilogram.

Sementara itu, beras premium yang disalurkan melalui program tersebut dijual dengan harga maksimal Rp77 ribu per lima kilogram atau setara Rp15.400 per kilogram, sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Anang Dirjo mengatakan, pengadaan beras tersebut bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa, melainkan intervensi strategis untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan.

“Kami meminta seluruh pihak memastikan beras ini terdistribusi tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pintanya.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
14 hours ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor