Laporan: Akbar Budi Prasetia
Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI Taufiq R Abdullah. Foto: Dok. Fraksi PKB TODAYNEWS.ID – Masyarakat pesisir Kabupaten Kebumen diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi tsunami akibat gempa megathrust di selatan Jawa.
Berdasarkan simulasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian tsunami di wilayah tersebut dalam skenario terburuk dapat mencapai 14 hingga 18 meter.
Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI Taufiq R Abdullah mengatakan, berdasarkan pemodelan BMKG, gelombang tsunami diperkirakan tiba di pesisir Kebumen sekitar 38 hingga 46 menit setelah gempa terjadi.
Menurut Taufiq, simulasi tersebut menggunakan skenario gempa dengan magnitudo maksimum sekitar 8,7. Selain Kebumen, sejumlah wilayah di pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk Cilacap hingga Pacitan, juga berpotensi terdampak tsunami.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap hasil pemodelan tersebut sebagai ramalan mengenai kapan gempa akan terjadi.
“Ini adalah skenario pemodelan, lagi-lagi bukan prediksi. Ilmu pengetahuan kita belum mampu memprediksi secara presisi,” kata Taufiq dalam keterangan yang diterima, Rabu (7/10/2026).
Taufiq menilai rentang waktu 38 hingga 46 menit sebelum tsunami mencapai daratan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan evakuasi. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan segera setelah merasakan gempa kuat.
“Artinya, begitu ada kabar gempa, kita masih ada waktu setengah jam lebih untuk siap-siap,” ujarnya.
Ia menekankan kesiapan menghadapi bencana tidak dapat dibangun secara mendadak. Pemerintah bersama masyarakat perlu memastikan infrastruktur mitigasi telah tersedia dan berfungsi, mulai dari sistem peringatan dini, jalur evakuasi, hingga lokasi pengungsian.
Edukasi kebencanaan juga dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti sekolah, pesantren, rumah sakit dan fasilitas publik lainnya.
“Apakah jalur dan tempat evakuasi tersedia serta sudah diajarkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Selain infrastruktur, Taufiq meminta kapasitas pemerintah desa dan relawan terus ditingkatkan. Perencanaan evakuasi juga harus memperhitungkan kebutuhan kelompok rentan agar mereka tidak tertinggal ketika proses penyelamatan dilakukan.
“Seberapa siap kita ketika bencana itu terjadi,” tegas Taufiq.
Editor: Azis Arriadh