x

Bursa Asia Kompak Melemah, IHSG Ikutan Terkoreksi

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Okt 2026 10:48 31

TODAYNEWS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu berpotensi kembali melemah seiring tekanan yang terjadi di bursa saham kawasan Asia.

IHSG sempat dibuka menguat, namun pada pukul 10.20 WIB bergerak turun 21,64 poin atau 0,35 persen ke level 6.171,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut melemah 0,51 poin atau 0,08 persen menjadi 607,65.

“Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari pasar global, Ratna mengatakan reli yang berlanjut sejak pekan lalu, tingginya minat terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), serta harga minyak yang relatif stabil turut membantu pasar meredam gejolak di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

“Setelah September 2026 yang lesu, bursa saham kembali menguat tajam di awal bulan ini,” ujar Ratna.

Ia mengatakan sentimen positif di pasar masih mampu bertahan meski dibayangi berbagai tekanan, mulai dari aksi jual besar-besaran obligasi pemerintah AS hingga ketidakpastian geopolitik. Kondisi itu ditopang kembali menguatnya minat investasi di sektor AI dan kinerja laba perusahaan yang solid.

“Bulan ini juga menandai tahun keempat pasar bullish Wall Street yang dimulai pada tahun 2022. Saat ini merupakan pasar bullish terpanjang kedelapan sejak Perang Dunia II, dengan kenaikan sebesar 118 persen,” ujar Ratna.

Adapun, return tersebut menjadi yang terbaik ketiga yang pernah dicatatkan dalam sebuah periode pasar bullish.

Selain itu, stabilnya harga minyak dan meredanya tekanan jual di pasar obligasi AS turut menjadi katalis positif. Harga minyak Brent cenderung bertahan di sekitar level 100 dolar AS per barel pada Selasa(6/10), setelah sebelumnya mengalami koreksi.

Harga emas spot ditutup menguat 0,7 persen ke level 4,168 dolar AS per troy oz (6/10). Penguatan tersebut didukung oleh jeda kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan dolar, sementara investor menunggu risalah rapat The Fed bulan September untuk memperoleh petunjuk terbaru terkait arah kebijakan moneternya.

Dari dalam negeri, investor juga menantikan data cadangan devisa Indonesia untuk September 2026 yang akan dirilis pada Rabu (7/10). Sebelumnya, cadangan devisa tercatat meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari 145,3 miliar dolar AS pada Juli 2026.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat mencapai Rp240,28 triliun hingga akhir September 2026, atau setara dengan 71,51 persen dari total target penerimaan Bea Cukai yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut tumbuh 8,57 persen year on year (yoy).

Di sisi lain, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di level 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Bank Dunia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik mencapai 4,5 persen pada 2026.

Menurut Bank Dunia, aktivitas ekonomi Indonesia didukung oleh meningkatnya pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, investasi yang berkaitan dengan negara, serta subsidi energi.

Selain itu, Bank Dunia menilai bauran kebijakan telah menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek, meskipun pada saat yang sama turut berkontribusi terhadap meningkatnya ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.

Bursa Eropa kompak menguat pada penutupan Selasa (06/10). FTSE 100 Inggris naik 0,42 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,77 persen, indeks CAC 40 Prancis bertambah 0,40 persen, sedangkan indeks Euro Stoxx 50 naik 0,49 persen.

Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street juga ditutup menguat pada Selasa (06/10). Indeks S&P 500 naik 0,58 persen ke 7.818,93, Nasdaq Composite menguat 0,45 persen ke 27.599,79, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,49 persen ke 51.521,69.

Sementara itu, bursa saham regional Asia pada perdagangan pagi bergerak melemah. Indeks Nikkei turun 0,62 persen ke 70.248,00, Hang Seng melemah 0,84 persen ke 24.1077,76, Kospi turun 1,01 persen ke 6.873,79, Kuala Lumpur melemah 0,99 persen ke 1.617,11, dan Strait Times turun 0,92 persen ke 5.649,60.

Adapun indeks Shanghai (China) masih libur dalam rangka memperingati Golden Week atau Hari Nasional China.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
5 days ago
6 days ago
7 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor