Laporan: Akbar Budi Prasetia
Rudal Iran. Foto: Moslem Daneshzadeh via Unsplash TODAYNEWS.ID – Penasihat komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Balali, mengklaim rantai pasokan Iran terhadap produksi senjata dan rudal dipastikan aman.
Balali mengatakan Iran tidak menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan untuk produksi sistem pertahanannya. Menurutnya, seluruh fasilitas dan komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi rudal telah dikembangkan di dalam negeri.
“Kami tidak memiliki kekhawatiran di sektor mana pun yang dibutuhkan untuk produksi pertahanan,” kata Balali dalam pernyataannya, melansir laporan kantor berita Iran, Press TV, Minggu (4/10/2026).
Dia mengatakan kemampuan produksi dalam negeri juga memungkinkan Iran mengekspor sejumlah komponen dan sistem pertahanan yang mereka kembangkan.
Balali menambahkan Iran telah menggunakan pengalaman selama bertahun-tahun untuk mengembangkan kemampuan di sejumlah bidang, termasuk pertahanan udara, drone, rudal, hingga teknologi antariksa.
Dia juga mengklaim Amerika Serikat (AS) telah meniru drone Shahed-136 buatan Iran. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kemampuan Iran dalam mengembangkan teknologi drone secara mandiri.
“Kita bisa melanjutkan perjuangan selama diperlukan,” ujarnya.
Balali mengatakan kemampuan Iran dalam mengembangkan rudal didukung pemahaman terhadap kebutuhan operasional militernya.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat Iran tidak lagi bergantung pada bantuan asing dalam pengembangan sistem rudal.
“Karena kami adalah pengembang dan produsen sistem ini, serta memahami persyaratan operasional, kami terus-menerus mengejar inovasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Komandan IRGC Mayor Jenderal Mostafa Izadi juga menyebut angkatan bersenjata Iran telah mengalami kemajuan besar dalam berbagai bidang teknologi militer.
Izadi bahkan mengatakan Iran telah menyiapkan sejumlah “kejutan” untuk menghadapi musuh-musuhnya.
Menurut dia, kemajuan tersebut mencakup kemampuan di sektor darat, udara, pertahanan udara, dan angkatan laut.
Editor: Azis Arriadh