x

Kasus ISPA Anak Imbas Karhutla Meningkat, DPR Minta Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Senin, 28 Sep 2026 22:31 34

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyoroti meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia pada anak di sejumlah daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Netty meminta pemerintah memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan, terutama puskesmas dan rumah sakit, untuk mengantisipasi bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terdapat 113.336 kasus ISPA yang berkaitan dengan karhutla hingga 9 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.545 kasus terjadi pada balita.

“Ketika jumlah kasus ISPA pada anak meningkat, kita tidak bisa lagi melihat karhutla hanya sebagai persoalan lingkungan. Ini sudah menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan kesiapan layanan dan pelindungan kelompok rentan,” kata Netty, pada Senin (28/9/2026).

Dia meminta pemerintah tidak menunggu lonjakan pasien terjadi sebelum mengambil langkah. Menurutnya, perkembangan kasus harus dipantau secara berkala untuk menentukan daerah yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

“Jangan menunggu fasilitas kesehatan penuh baru bertindak. Pemerintah harus membaca data kasus secara berkala dan memastikan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta layanan rujukan siap,” ujarnya.

Netty mengatakan kelompok rentan harus menjadi perhatian utama. Mereka antara lain balita, anak yang memiliki asma atau gangguan pernapasan, anak dengan penyakit jantung tertentu, serta ibu hamil.

Selain fasilitas kesehatan, Netty menilai perlindungan anak di sekolah perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.

“Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas anak di luar ruangan harus dikurangi. Sekolah perlu mengikuti indikator kualitas udara dan memiliki protokol yang jelas agar kesehatan anak tidak dipertaruhkan,” tuturnya.

Dia juga meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik mengenai kondisi udara dan dampak kesehatan akibat asap karhutla. Informasi tersebut, kata Netty, harus mudah dipahami masyarakat dan dapat menjadi dasar untuk mengambil tindakan.

“Masyarakat harus mendapatkan panduan yang jelas mengenai kapan perlu membatasi aktivitas di luar rumah dan kapan harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Legislator dari Fraksi PKS ini juga turut mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan pada anak.

“Orang tua jangan menunggu kondisi anak memburuk. Jika muncul sesak napas, batuk yang menetap, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

Menurut Netty, penanganan dampak karhutla tidak bisa hanya mengandalkan sektor pemadaman api. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat koordinasi antara sektor kesehatan, pendidikan, penanggulangan bencana, dan instansi terkait lainnya.

“Kita tidak cukup hanya memadamkan api. Kita juga harus memadamkan dampaknya sebelum menjadi beban kesehatan yang lebih besar bagi masyarakat, terutama anak-anak,” pungkas Netty.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
3 days ago
3 days ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor