SAVE_20260528_160335 TODAYNEWS.ID – Perayaan Idul Adha 1447 H yang jatuh pada 27 Mei 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan kesejahteraan sosial di masyarakat.
Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) turut mengambil peran nyata dengan menyembelih dan membagikan daging hewan kurban kepada berbagai organisasi sosial (orsos) yang membutuhkan dan kelompok rentan seperti keluarga prasejahtera, anak yatim piatu, hingga lansia.
“DNIKS menyembelih 11 ekor Kambing dan 2 ekor Sapi,” kata Ketua Umum DNIKS, A Effendy Choirie usai menyaksikan distribusi daging kurban di Kantor DNIKS, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026).
“Pembagian dan distribusi daging kurban diharapkan tepat sasaran. Sehingga semua masyarakat bisa ikut menikmati dan hal ini bisa mengurangi kesenjangan sosial,” terangnya.
Gus Choi sapaannya menjelaskan bahwa DNIKS bersama komunitas sosial saling bersinergi untuk memastikan daging kurban sampai ke penerima yang benar -benar membutuhkan.
“Pendekatan ini meminimalkan tumpang tindih dan meningkatkan efisiensi distribusi,” ujarnya lagi.
Selain dimensi spiritual dan sosial, aktivitas kurban tahun ini juga membawa dampak positif bagi sektor ekonomi riil.
“Peternak kecil diyakini ikut menikmati siklus ekonomi hari raya ini, karena kami mendorong pembelian hewan kurban langsung dari peternak lokal,” tambah Gus Choi.
Menyinggung soal HUT ke 49 DNIKS, Gus Choi menjelaskan pihaknya akan membuat sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari Pelatihan TIK untuk Prasejahtera dan Disabilitas, lalu Bakti Sosial, Lomba Catur, Lomba Domino, lomba karya Tulis Ilmiah hingga Puncaknya Perayaan HUT DNIKS di Kemensos.
“Semua kegiatan itu diharapkan bisa menumbuhkan semangat Kesejahteraan Sosial,” tuturnya lagi.
Sementara itu Sekjen DNIKS Sudarto, mengatakan bahwa sebagai pegiat sosial menekankan bahwa esensi kurban bukan hanya ritual penyembelihan, tetapi juga pengorbanan untuk keadilan sosial.
“Idul Adha mengingatkan kita bahwa kesejahteraan tidak bisa dinikmati segelintir orang. Semangat berbagi harus berlanjut menjadi program pemberdayaan setelah hari raya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa isu kesejahteraan sosial tidak bisa diselesaikan hanya dengan bantuan yang bersifat sesaat (charity). Oleh karena itu, DNIKS berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai pemantik kolaborasi jangka panjang.
“Idul Adha harus menjadi titik awal kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat sipil, pemerintah, dan dunia usaha,” imbuhnya.