x

Komisi X DPR Taruh Perhatian Serius soal Ketimpangan Kesejahteraan Guru

waktu baca 1 menit
Jumat, 20 Feb 2026 17:00 30 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad, menyoroti persoalan kesejahteraan guru yang dinilai masih memprihatinkan, terutama dalam rumusan kebijakan pendidikan.

Ia mengkritik penggunaan frasa bahwa guru berhak memperoleh penghasilan “di atas kebutuhan hidup minimum” dalam pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional.

Menurutnya penggunaan kata minimum dalam profesi guru telah mencederai semangat guru sebagai pendidik.

“Penggunaan kata ‘minimum’ untuk profesi yang menjadi pilar peradaban adalah kekeliruan semantik yang mencederai martabat pendidik,” kata Habib Syarief, Jumat (20/2/2026).

Legislator PKB itu, mengibaratkan bahwa guru seperti arsitek jiwa manusia yang memiliki kemampuan untuk merancang seperti apa manusia itu akan dibuatnya.

Oleh karena itu, ia meminta negara untuk dapat memberikan jaminan kesejahteraan kepada para guru di Indonesia.

“Guru bukan pekerja teknis. Mereka arsitek jiwa manusia. Negara seharusnya menjamin penghargaan yang bermartabat, bukan sekadar di atas batas minimum,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habib Syarief juga menyoroti kondisi guru madrasah yang masih menghadapi ketimpangan kesejahteraan yang serius.

Menurutnya, sulit berbicara tentang visi Indonesia Emas di 2045 jika para penjaga moral generasi bangsa masih hidup dalam keterbatasan ekonomi yang tidak manusiawi.

“Ini bukan semata persoalan kesejahteraan, melainkan persoalan kemanusiaan,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
23 hours ago
23 hours ago
2 days ago

LAINNYA
x
x