x

Prabowo-Trump Teken Tarif Dagang: 90 Persen Usulan Indonesia Dipenuhi oleh Amerika

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 14:00 32 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk terus memperkuat hubungan ekonomi usai penandatanganan kesepakatan dagang atau agreement of reciprocal trade (ART).

Kesepakatan itu diambil setelah dilakukan penandatanganan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trum, pada Kamis (19/2/2026) waktu AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut harus menjadi babak baru untuk perkuat hubungan ekonomi bagi kedua negara dan membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk nasional ke pasar AS

Menurutnya dengan telah dicapainya kesepakatan dagang tersebut, baik Indonesia ataupun AS, keduanya harus saling menguntungkan.

“Filosofi perjanjian ini harus menjadi ‘win-win’. Menang bagi orang Indonesia, sama juga bagi orang AS. Karena kita ingin mencapai era emas untuk kedua negara bukan satu negara. Tapi kedua negara,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers yang berlangsung secara daring, Jumat (20/2/2026) waktu Indonesia.

Adapun dalam kesepakatan ART tersebut Airlangga mengungkapkan, Indonesia telah membuka akses tarif 0 persen atau bebas tarif bagi 1.819 pos tarif terhadap berbagai produk Indonesia yang masuk AS.

“Dalam ART, ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0 persen,” ujarnya.

Menurutnya kesepakatan tarif dagang Indonesia dan AS ini berlandaskan pada kedaulatan masing-masing negara, yang menjadi bagian penting dari kesepakatan tersebut.

“Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani,” tegas Airlangga.

Airlangga menambahkan, bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari proses negosiasi panjang yang dilakukan pemerintah sejak 2 April 2025 lalu. Bahkan kata dia, pemerintah telah mengirimkan empat surat resmi ke pihak AS sepanjang negosiasi itu.

Meski negosiasi tarif tersebut memakan waktu lama, hasilnya terbilang positif bagi Indonesia, karena sebanyak 90 persen dokumen dan usulan yang diajukan Indonesia dipenuhi oleh pihak AS yang tertuang dalam kesepakatan itu.

“Dan juga 90 persen dari dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh Amerika. Jadi usulannya Indonesia dipenuhi oleh Amerika yang tertuang dalam perjanjian reciprocal tarif,” ujar Airlangga.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

19 hours ago
19 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x