x

Soroti Insiden Kendaraan Terbalik di Lambung Kapal, Legislator Minta Kemenhub Tindak Tegas Petugas yang Lalai Terapkan SOP

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Feb 2026 15:00 26 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Komisi V DPR RI menyoroti insiden terbaliknya sejumlah kendaraan di Kapal Feri KM Mandala Nusantara dalam perjalanannya dari Kolaka, Sulawesi Tenggara ke Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang terpaksa putar balik karena cuaca buruk, pada Sabtu (14/2) lalu.

Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei, menilai insiden terbaliknya kendaraan yang berada di dalam lambung kapal tersebut dikarenakan adanya ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayaran.

Hal itu disampaikan Safei dalam rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen, Senayay, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

“Terkait dengan penyeberangan di Kolaka-Bajoe yang mengakibatkan ada insiden di atas Ferry, karena kalau saya melihatnya itu adalah SOP yang tidak dijalankan,” kata Safei di ruang rapat Komisi V DPR.

“Karena biasanya semua kendaraan yang ada di atas Ferry itu harus diikat dalam posisi terikat, baru bisa berlayar,” tambah mantan Bupati Kolaka itu.

Lebih lanjut, Legislator Dapil Sulawesi Tenggara itu meminta Menhub untuk menekankan kepada jajaran di bawahnya agar menaruh perhatian dalam transportasi pelayaran.

“Ini sangat disayangkan dalam perjalanannya kemudian ferry itu harus berputar balik karena ada insiden di kapal itu dengan terbaliknya beberapa mobil di atas ferry, dan ini tolong menjadi perhatian,” ujarnya.

Sementara itu, Safei saat ditemui wartawan TODAYNEWS dalam sela-sela rapat tersebut, menjelaskan kesalahan dalam isiden tersebut bukanlah karena faktor cuaca, tetapi karena ketidakpatuhan terhadap SOP.

“Dengan ombak seperti itu sudah biasa, tapi karena tidak dijalankan SOP-nya kan. arusnya itu diikat semua mobil sehingga kalau ada gelombang dia tetap main ikut irama kapal, tapi ini karena tidak diikat,” kata Safei.

Untuk itu, legislator fraksi PDI Perjuangan itu meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menindak tegas para petugas yang lalai menjalankan tugasnya dalam memberi izin pelayaran.

Ia juga meminta Kemenhub untuk memperkuat pengawasan sampai ke bawah terhadap pelaksanaan tranportasi laut yang aman bagi masyarakat.

“Itu pengawasannya yang tidak menarik kalau menurut saya. Ya saya berharap ya memang harus ada ketegasan dari pihak perhubungan untuk melakukan pengawasan terhadap petugas-petugas yang ada di darat,” tegasnya.

“Karena kan harusnya, termasuk Syahbandar ya harusnya kapal itu sudah harus layak semuanya dilihat semua, di cek mesin, semuanya baru bisa diberi surat layar. Itu yang tidak dijalankan, kalau menurut saya,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
11 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x