x

Bakauheni Diprediksi Jadi Pelabuhan Penyeberangan Terpadat, Gerbang Strategis Menuju Sumatra

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Feb 2026 09:12 28 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Provinsi Lampung memegang peran sangat strategis dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Menurutnya, Lampung merupakan “Gerbang Masuk” bagi masyarakat, khususnya dari Pulau Jawa, yang melanjutkan perjalanan ke berbagai provinsi di Pulau Sumatra.

Menhub menyebut Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni diperkirakan menjadi salah satu pelabuhan tujuan terpadat secara nasional selama masa Angkutan Lebaran 2026. Selain itu, berdasarkan hasil survei, Lampung masuk lima besar provinsi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek dengan estimasi pergerakan masyarakat mencapai 778 ribu orang.

“Karenanya, koordinasi dan sinergi dengan Pemprov Lampung menjadi fondasi penting dalam memastikan arus mudik maupun balik dari dan menuju Pulau Sumatra dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali,” ujar Menhub Dudy dalam Rapat Koordinasi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Kantor Gubernur, Bandar Lampung, Selasa (17/2).

Proyeksi Jutaan Penumpang

Sebagai pelabuhan asal, jumlah penumpang di Bakauheni diprediksi mencapai 813 ribu orang. Sementara itu, sebagai pelabuhan tujuan, jumlahnya diperkirakan menyentuh 2,94 juta orang.

Menurut Menhub, angka tersebut tidak bisa dipisahkan dari pergerakan di Pelabuhan Penyeberangan Merak yang mayoritas penumpangnya akan menyeberang menuju Bakauheni. Karena itu, penguatan pengamanan serta manajemen operasional yang optimal menjadi kunci utama demi menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi pemudik.

Kesiapan Kapal dan Jalur Penyeberangan

Secara nasional, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan.

Untuk lintas Jawa–Sumatra, tersedia lima jalur penyeberangan, yakni Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera–Panjang sebagai contingency plan.

Buffer Zone dan Delaying System

Sebagai langkah antisipatif, penerapan delaying system di sekitar Bakauheni disiapkan melalui 10 titik buffer zone, baik di jalan tol maupun arteri.

Lokasi buffer zone akan memanfaatkan terminal, area parkir, hingga rumah makan. Selain membantu mengurai kepadatan lalu lintas, skema ini juga memberi kesempatan bagi pemudik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Antisipasi Pasar Tumpah dan Lokasi Wisata

Menhub juga meminta Pemprov Lampung mengantisipasi potensi kemacetan akibat pasar tumpah di sejumlah titik, seperti Pasar Pringsewu, Pasar Natar, dan Plaza Bandar Jaya.

Selain itu, pengaturan arus lalu lintas perlu diperkuat di kawasan wisata seperti Pantai Arang dan Air Terjun Way Tebing Cepa untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.

Perlintasan Sebidang dan Titik Rawan Bencana

Di Lampung terdapat 139 perlintasan sebidang, dengan 31 dijaga dan 108 tidak dijaga. Saat ini, telah dilakukan penambahan 129 penjaga lintasan guna meningkatkan pengawasan.

Prioritas pengamanan difokuskan pada jalan arteri nasional menuju dan dari kawasan Bakauheni yang melintasi perlintasan sebidang. Selain itu, koordinasi juga diperkuat untuk penanganan potensi bencana seperti rob, banjir, dan tanah longsor selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x