x

Dari Renner Syariah Untuk Indonesia

waktu baca 5 menit
Sabtu, 14 Feb 2026 06:14 468 Today News Indonesia

Spirit Baru Bisnis Syariah di Indonesia
Oleh: Rani Badri Kalianda Founder & Fasilitator Soul Of Speaking

Pagi di Makassar terasa berbeda pada awal Februari 2026. Di salah satu ruang ballroom Aston Makassar Hotel Convention Center, 100 leader duduk dalam keheningan yang tidak biasa. Tidak ada presentasi penjualan, tidak ada grafik pertumbuhan, tidak pula strategi ekspansi yang biasanya mendominasi ruang-ruang pelatihan bisnis. Yang hadir justru sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam: mengapa seseorang layak memimpin orang lain?

Pertanyaan itu menjadi pembuka perjalanan sepuluh hari Workshop Soul Of Speaking Rich and Happiness serta Workshop Soul Of Speaking For Star yang digelar PT. Renner Inti Internasional atau RENNER SYARIAH sejak 3 hingga 12 Februari 2026 dengan melibatkan para leader dari berbagai jenjang kepemimpinan, mulai dari Royal Crown, Crown Director, Ruby Manager hingga Emerald Manager — dalam satu ruang refleksi yang sama: ruang untuk menata ulang makna kepemimpinan.

Tak bisa dimungkiri! Pertumbuhan bisnis yang cepat sering kali melahirkan struktur besar, namun tidak selalu melahirkan kedalaman karakter. Kesadaran akan realitas inilah yang dimaksudkan oleh RENNER SYARIAH melalui visinya: membangun ekosistem bisnis syariah yang halal, adil, berkelanjutan, serta membawa keberkahan luas bagi masyarakat. Dimana Sistem menjadi poin penting sebagai penentu arah.

Misi perusahaan kemudian diterjemahkan melalui pembentukan leader yang tidak hanya kompeten secara strategi, tetapi matang secara kesadaran serta memiliki niat dan ahlak yang lurus sebagai fondasi.

Berbeda dari pelatihan konvensional, workshop ini menghadirkan pendekatan Value Soul Of Speaking—sebuah metode komunikasi berbasis kesadaran yang memandang kata bukan sekadar alat persuasi, melainkan energi pembentuk realitas sosial. Cara berbicara dipahami sebagai cermin kualitas jiwa. Ucapan dipahami sebagai doa yang membentuk arah hubungan manusia.

Komitmen kuat tersebut ditegaskan langsung oleh CEO RENNER SYARIAH, Nasir, SE. Kepemimpinan bernilai menurutnya adalah penentu arah perusahaan dalam jangka panjang.

“Kami tidak ingin hanya melahirkan leader yang piawai berbicara atau hebat mengejar target. Kami ingin melahirkan leader yang jujur dalam kata, bersih dalam niat, dan kuat dalam akhlak. Bisnis syariah bukan hanya benar secara akad, tetapi juga benar dalam komunikasi,” tegas Nasir, SE.

Tanggung jawab moral seorang CEO dijelaskan sebagai penggerak nilai. Target perusahaan dapat berubah setiap tahun, namun karakter para leader akan menentukan reputasi perusahaan puluhan tahun ke depan.

“Sebagai CEO, tugas saya memastikan nilai tetap menjadi pengarah utama. Pertumbuhan yang tidak dibarengi kesadaran hanya akan menciptakan kegaduhan. Kami ingin RENNER SYARIAH bertumbuh dengan ketenangan dan keberkahan,” tambahnya.

Testimoni positif datang dari Leader Royal Crown, Agus Tefi. Pengalaman reflektif di dalam workshop diakui sebagai momen penting dalam perjalanan kepemimpinannya.

c4a6ddc6-2602-4731-857f-ff93dc142c43

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara

“Selama ini saya fokus pada strategi dan hasil. Di workshop ini saya disadarkan bahwa setiap kalimat saya membentuk budaya tim. Saya merasa lebih bertanggung jawab terhadap kata-kata saya,” ungkap Agus Tefi.

Pendekatan komunikasi yang berlandaskan nilai dirasakan sebagai kekuatan baru. Tekanan verbal yang sebelumnya dianggap biasa, kini dipahami sebagai risiko bagi kepercayaan jangka panjang.

“Kami belajar bahwa mengajak dengan kesadaran jauh lebih kuat daripada mendorong dengan tekanan. Kepercayaan tumbuh dari ketulusan,” tambahnya.

Refleksi serupa disampaikan oleh Crown Director, Anie Indar. Ruang pembelajaran yang menata batin diakui sebagai pengalaman langka dalam dunia bisnis.

“Saya merasa diingatkan kembali tentang niat awal memimpin. Leader bukan tentang terlihat hebat, tetapi tentang menghadirkan rasa aman bagi tim. Saya belajar berbicara dengan hati, bukan hanya dengan logika,” ujar Anie Indar.

Tema Rich and Happiness tidak dimaknai secara sempit sebagai kesejahteraan finansial saja. Begitupun kekayaan diarahkan sebagai kemampuan memberi manfaat. Sedang kebahagiaan ditujukan sebagai ketenangan batin yang lahir dari keselarasan antara nilai dan tindakan. Dalam ruang ini, sukses tidak lagi hanya diukur dari angka, tetapi dari dampak dan warisan yang akan yang ditinggalkan.

65c36865-eb8c-43cb-830a-4c294eed647e

Suasana seminar soul of speaking


Begitupun tema For Star atau menjadi bintang, bukan ditujukan sebagai simbol popularitas, melainkanl tanggung jawab untuk menerangi. Sehingga leader tidak ditempatkan sebagai pusat perhatian, tetapi sebagai penjaga arah bagi banyak orang yang mempercayakan harapan kepadanya.

Makassar dipilih bukan tanpa alasan. Kota pelabuhan yang dinamis ini merepresentasikan energi pertumbuhan Indonesia Timur—tegas, bergerak cepat, namun tetap berakar pada nilai. Di kota ini, para leader diajak memahami bahwa keberanian sejati bukan berbicara paling keras, melainkan menjaga nilai di tengah tekanan.

Sepanjang workshop, suasana yang tercipta lebih menyerupai perjalanan batin daripada pelatihan bisnis. Dialog reflektif, latihan kesadaran diri, dan proses memahami kembali peran kepemimpinan menjadi pengalaman utama. Banyak peserta menyadari bahwa keberhasilan jaringan bukan hanya ditentukan oleh strategi ekspansi, tetapi oleh kualitas kepercayaan yang dibangun melalui kata dan sikap.

Karena memang penyelenggaraan workshop bertujuan untuk melahirkan leader yang memiliki kesadaran tinggi, memiliki kualitas kepemimpinan yang matang, serta akhlak yang kuat dan mumpuni. Leader masa depan tidak lagi cukup pandai berbicara, tetapi harus mampu menghadirkan ketenangan dan kejelasan bagi timnya.

Fenomena ini menjadi refleksi penting bagi dunia usaha nasional. Di tengah kompetisi yang semakin agresif, banyak organisasi berfokus pada percepatan pertumbuhan tanpa memberi ruang pada pembentukan karakter. RENNER SYARIAH justru memilih jalan berbeda: memperkuat manusia sebelum memperluas sistem.

Langkah ini menghadirkan pesan filosofis yang kuat—bahwa organisasi besar tidak dibangun oleh strategi semata, tetapi oleh kualitas kesadaran para pemimpinnya. Ketika leader bertumbuh secara batin, budaya organisasi ikut bertumbuh. Ketika akhlak menjadi fondasi, keberlanjutan menjadi kemungkinan nyata.

Di akhir rangkaian workshop, satu kesadaran muncul secara kolektif: kepemimpinan sejati tidak dimulai dari panggung, melainkan dari keheningan batin. Dari keheningan itulah lahir kata yang jujur, keputusan yang bijak, dan arah yang membawa keberkahan.

Dari Makassar, sebuah pesan sederhana namun mendalam mengalir: masa depan bisnis Indonesia tidak hanya membutuhkan inovasi, tetapi membutuhkan manusia-manusia yang sadar. Karena pada akhirnya, peradaban tidak dibangun oleh seberapa besar organisasi bertumbuh, melainkan oleh seberapa dalam nilai dijaga oleh para pemimpinnya. (RBK)

Today News Indonesia

www.todaynews.id

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
18 hours ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x