x

Iran Siap Bahas Pengayaan Uranium dengan Washington Asal Seluruh Syarat Terpenuhi

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 09:00 27 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan negaranya siap membahas tingkat pengayaan uranium dan ukuran persediaannya, dengan syarat hak-hak bangsa Iran diakui dan dihormati dalam kerangka perjanjian internasional.

Hal itu disampaikan Baqaei dalam sebuah wawancara dengan PBS News Amerika pada hari Selasa (10/2/2026) seperti dilansir IRNA.

Baqaei Ia menegaskan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) akan berfokus pada isu nuklir dan pencabutan sanksi di Oman.

“Apa yang kita inginkan didasarkan pada aturan hukum internasional yang telah ditetapkan,” kata Baqaei seraya menambahkan bahwa Iran, anggota Perjanjian Non-Proliferasi (NPT), yang memproduksi energi nuklir untuk tujuan damai.

Baqaei juga menegaskan bahwa Teheran telah berulang kali menyatakan jika senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanannya.

Ia juga menuding propaganda yang selama beberapa dekade ini diciptakan oleh rezim Israel terkakt program nuklir Iran.

“Itu bohong besar,” katanya, merujuk pada klaim Israel bahwa Iran berada di ambang produksi senjata nuklir, dan menambahkan bahwa pengayaan uranium adalah bagian dari program nuklir damai negara tersebut.

Lebih lanjut, juru bicara tersebut mengatakan kepada wartawan Amerika bahwa Iran, seperti yang telah mereka nyatakan berkali-kali, siap untuk membahas tingkat pengayaan uranium, tetapi menekankan bahwa, “hak kami, yang diakui berdasarkan perjanjian internasional, harus dihormati.”

Sementara itu, menanggapi pertanyaan tentang ancaman militer AS dan perubahan nada bicara Washington setelah pembicaraan tidak langsung dengan Teheran di Muscat, ia mengatakan, “Republik Islam telah menghadapi ancaman yang melanggar hukum, tidak beralasan, dan tidak dapat dibenarkan selama lima dekade terakhir.”

“Kami selalu hidup dengan ancaman yang selalu mengintai ini,” tambah Baqaei. “Tetapi kami telah berani; rakyat kami telah berani, karena mereka tahu ini tidak adil.”

“Tidak seorang pun menginginkan perang,” katanya, merujuk pada retorika dan ancaman militer yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

21 hours ago
21 hours ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x