Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Instagram @praseyo_hadi28) TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menaruh atensi khusus terhadap kasus anak Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis untuk sekolah.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo meminta agar hal serupa tidak terulang kembali.
“Oleh karena itu lah Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal yang semacam ini dapat kita antisipasi,” kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (5/2/2026).
Prasetyo meminta kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial di antara seluruh lapisan masyarakat.
Untuk menindaklanjuti atensi presiden, ia sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Sosial (Mensos).
“Untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali,” jelas Prasetyo.
Peristiwa tragis ini bermula ketika YBS meminta ibunya, MGT, untuk membeli buku dan pena. Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Berdasarkan penyelidikan Polres Ngada, YBS sempat menulis surat perpisahan dalam bahasa daerah Ngada. Dalam surat itu, ia meminta sang ibu merelakan kepergiannya dan tidak menangis.