x

Anak SD di NTT Akhiri Hidup Tak Bisa Beli Buku, Komisi VIII: Ini Tamparan Keras Bagi Kita

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 12:40 34 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Pemerintah bergerak cepat menangani kasus anak Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis untuk sekolah.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena mengatakan, di tengah jargon Indonesia Emas 2045, masih ada anak yang begitu terdesak hingga kehilangan harapan hanya karena tidak mampu membeli alat tulis

“Ini tamparan keras bagi kita semua,” kata Mahdalena dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Mahdalena berujar, kasus ini menunjukkan bahwa negara belum hadir sepenuhnya bagi rakyat dalam memastikan hak dasar anam untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Padahal, konsititusi menyebutkan dengan tegas negara harua menjamin hak setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu menambahkan, anak merupakan masa depan bangsa. Mereka adalah fondasi Indonesia Emas 2045.

“Jika hari ini masih ada anak yang tidak berdaya bahkan untuk sekadar belajar, maka ada yang keliru dalam sistem perlindungan sosial kita,” kata Mahdalena.

Peristiwa tragis ini bermula ketika YBS meminta ibunya, MGT, untuk membeli buku dan pena. Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Berdasarkan penyelidikan Polres Ngada, YBS sempat menulis surat perpisahan dalam bahasa daerah Ngada. Dalam surat itu, ia meminta sang ibu merelakan kepergiannya dan tidak menangis.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x