Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian. Foto: president.ir TODAYNEWS.ID – Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi untuk membuka ruang negosiasi yang adil dan masuk akal dengan Amerika Serikat (AS) dalam kerangka kepentingan nasional.
Hal itu disampaikan Pezeshkian dalam akun X pribadinya @drpezeshkian, pada Selasa (3/2/2026).
Dia mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah adanya permintaan dari negara-negara sahabat di kawasan untuk menanggapi usulan Presiden AS Donald Trump yang ingin melakukan negosiasi.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan Menlu Abbas Araghchi untuk menemui pihak AS.
“Dengan syarat adanya lingkungan yang sesuai — yang bebas dari ancaman dan harapan yang tidak masuk akal — untuk melakukan negosiasi yang adil dan merata, yang dipandu oleh prinsip-prinsip martabat, kehati-hatian, dan kelayakan,” tulis Pezeshkian.
Sementara itu, dalam laporan IRNA, pada hari Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri, selama konferensi pers mingguan, juga menegaskan bahwa Iran saat ini sedang meninjau berbagai aspek upaya untuk melanjutkan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat.
Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa kontak tingkat tinggi antara Iran dan berbagai negara, terutama negara-negara tetangga, bertujuan untuk mempertahankan pendekatan yang serius dan bertanggung jawab dalam melindungi kepentingan nasional dan stabilitas regional, terlepas dari tindakan destabilisasi baru-baru ini yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel.
AS belum secara resmi mengakui pembicaraan dengan Iran, tetapi Trump baru-baru ini berjanji untuk melibatkan Republik Islam dalam negosiasi, setelah mengancam negara itu dengan tindakan militer.
“Kami sedang melakukan pembicaraan dengan Iran, kita lihat saja bagaimana hasilnya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Senin.
“Saya ingin melihat kesepakatan dinegosiasikan,” kata Trump. “Saat ini, kami sedang berbicara dengan mereka, kami sedang berbicara dengan Iran, dan jika kami bisa mencapai kesepakatan, itu akan sangat bagus,” tambahnya.