x

Pengamat Nilai Ada Banyak Alasan Kenapa Jokowi Ingin Jor-joran untuk PSI di Pemilu 2029

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Feb 2026 13:10 33 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan siap habis-habisan untuk mendongkrak suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar bisa lolos parliamentary threshold dalam Pemilu 2029 terus mendapat sorotan.

Pengamat Politik Citra Institute Efriza, menilai hal itu dikarenakan berbagai alasan yang mendasari, salah satunya terkait posisi Ketua Umum PSI yang merupakan anak bungsunya yakni Kaesang Pangarep.

“Itu konsekuensi karena menerima dikultuskan oleh PSI. Jokowi juga akan membantu PSI, karena banyak alasan melatari, di tahun kedua Kaesang memimpim jika PSI tak lagi lolos parlemen, apalagi sudah menjadi Partai tbk, ini akan amat memalukan harga diri Jokowi,” kata Efriza kepada TODAYNEWS, Selasa (3/2/2026).

Pernyataan Jokowi yang siap menaruhkan segalanya untuk PSI, kata Efriza, juga hendak mengukur seberapa besar pengaruh dirinya di masyarakat usai tak lagi berkuasa dalam meningkatkan elektabilitas PSI

“Jokowi juga akan serius membantu PSI untuk mengukur pengaruh dirinya, apa masih besar atau sudah menurun drastis pasca tak menjabat sebagai presiden,” ujarnya.

Selain itu, Efriza menilai, dengan membantu PSI dan siap turun ke daerah-daerah diyakini akan memudarkan isu-isu negatif yang mengarah kepada Jokowi dan keluarganya berkaitan dengan permasalahan hukum.

Lebih lanjut, kehadiran Jokowi untuk terjun kembali ke politik juga dinilai untuk mempertahankan beberapa mantan menterinya yang masih menduduki jabatan di kabinet saat ini agar tidak terkena reshuffle oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Dan dengan persepsi Jokowi bersama PSI maka beberapa permasalahan seperti ijazah Jokowi dan Gibran, maupun sorotan hukum yang sedang membelit beberapa mantan menteri di pemerintahannya, masih ada kemungkinkan tak tersentuh terhadap dirinya dan begitu juga permasalahan hukum dari keluarga besarnya memungkinkan juga tak menyentuh mereka,” urainya.

Lebih lanjut, kata Efriza, dengan membantu PSI untuk melenggang ke Senayan, akan mempengaruhi konstelasi politik ke depan dan bakal berefek pada kosolidan partai politik koalisi pendukung Prabowo-Gibran.

“Konstelasi politik ke depan dinilai akan memanas, suhu politik panas ditenggarai akan sampai ke Istana. Kesolidan koalisi akan terpengaruh, partai-partai politik lainnya tentu sudah mulai berusaha menguatkan internalnya,” ucapnya.

Lebih jauh, Efriza menilai, banyaknya kader-kader partai politik lain yang merapat ke PSI juga berpotensi akan membuat PSI semakin dijauhkan oleh koalisinya.

“Apalagi perilaku “membajak” kader-kader partai lain akan membuat partai-partai lain tak simpatik kepada PSI. Kondisi ini akan ditenggarai PSI akan dipinggirkan perlahan dari pergaulan partai-partai politik di koalisi,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
1 day ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x