Ilustrasi. Dok. ChatGPT/TODAYNEWS TODAYNEWS.ID – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menanggapi gejolak pasar modal tanah air yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjun bebas.
Terjunnya IHSG ini diduga akibat sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSCI menganggap pasar saham Indonesia banyak praktik goreng-gorengan saham. Hal ini yang kemudian membuat IHSG anjlok hingga 8 persen ke level 8.261,78 pada Rabu (28/1/2026).
Atas permasalahan tersebut, Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menyarankan untuk segera mencari pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) dari kalangan profesional.
“Memastikan segara Ketua OJK definitif dan Dirut BEI yang bebas kepentingan politik,” ujar Bhima kepada TODAYNEWS, Senin (2/2/2026).
Selain itu, kata dia, Daya Anagata Nusantara atau Danantara untuk tidak membali saham BEI.
“Danantara tidak boleh membeli saham BEI ketika terjadi demutualisasi,” ujar Bhima.
Bhima mengatakan OJK dan BEI harus terhindar dari konflik kepentingan dan tekanan pemerintah. Menurutnya, pemerintah, OJK, dan BEI harus bersama-sama memperbaiki situasi pasar modal.
“Memastikan independensi OJK dan BEI. Normalisasi kembali hubungan pemerintah eksekutif dengan OJK disertai pagar api agar tidak ada tekanan ke OJK,” kata Bhima.
Bhima menyarankan pemerintah memperbaiki seluruh instrumen ekonomi di tanah air.
“Jangka menengah, perbaiki semua fundamental ekonomi termasuk mencegah nasionalisasi 28 perusahaan yang dicabut izinnnya,” pungkas Bhima.