Kepala Angkatan Darat Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami. TODAYNEWS.ID – Kepala Angkatan Darat Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, mengatakan bahwa kekuatan pertahanan negaranya telah meningkat drastis sejak perang 12 hari yang dipaksakan oleh rezim Zionis Israel pada Juni 2025 lalu.
Hatami mengatakan bahwa kemampuan pertahanan Iran berakar pada pengetahuan dan kapasitas dalam negeri, sehingga sangkai barat terhadap negaranya tak akan berpengaruh apapun bagi Iran.
“Kekuatan pertahanan kita, karena sanksi, saat ini telah menjadi kekuatan asli dan bukan sesuatu yang dapat dihilangkan,” kata Hatami, pada Sabtu (30/1/2026).
Ia menegaskan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir Iran tidak dapat dihancurkan hanya dengan sanksi dan perang.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir Republik Islam Iran tidak dapat dihancurkan, bahkan jika para ilmuwan dan anak-anak bangsa ini menjadi martir. Selama pemuda Iran, ilmuwan, universitas, dan pusat-pusat berbasis ilmu pengetahuan masih ada, ilmu pengetahuan dan teknologi akan tetap ada,” tegasnya.
Bahkan kata dia, Rusia, yang telah terlibat dengan negara-negara NATO selama lebih dari tiga tahun, tidak memiliki pengalaman seperti Iran.
“Kami menghadapi semua ilmu pengetahuan dan teknologi musuh serta peperangan hibrida. Kami mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, dan kami juga mengenali kekuatan dan kelemahan kami sendiri,” ucapnya.
Karena itu, militer Iran percaya diri bahwa rudal, sistem pertahanan udara, dan kemampuan pertahanan Iran lainnya kini berada dalam posisi yang lebih unggul dibandingkan dengan periode perang sebelumnya.
“Tanpa ragu, saat ini kekuatan rudal kita, kekuatan pertahanan udara kita, dan dimensi lain dari kekuatan pertahanan kita berada pada posisi yang lebih baik dan lebih tinggi daripada sebelum perang 12 hari yang dipaksakan. Kualitasnya lebih baik karena kita mencapai kesepahaman dalam perang ini. Kesepahaman ini unik,” pungkasnya.