TODAYNEWS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menghadiri Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota tingkat Kelurahan berupa Diskusi Publik bertajuk “Peran Strategis Warga dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu” bertempat di Balai Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat yang terdiri dari unsur RT, RW, LPMK dan juga PKK. Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan warga dalam pengawasan Pemilu sebagai upaya pencegahan pelanggaran Pemilu sejak dini.
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman hadir sebagai narasumber dalam diskusi publik tersebut bersama Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Fraksi PDI Perjuangan, Joko Susilo dan Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Fraksi Partai Nasional Demokrat, Moh. Rodhi.
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menyampaikan bahwa masyarakat memiliki posisi strategis dalam keterlibatan pengawasan partisipatif pada masa penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada yang kemungkinan tahapan akan mulai di Tahun 2027. Ia juga menilai kegiatan ini sebagai langkah kolaboratif yang bernilai strategis.
“Kegiatan ini terbilang langka dimana dilakukan jauh sebelum tahapan Pemilu dimulai sehingga sangat strategis untuk pendidikan politik bagi masyarakat. Bisa jadi ini merupakan kolaborasi pertama yang terjadi antara Bawaslu dengan DPRD guna memperkuat konsolidasi demokrasi,” ungkap Arief.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa diskusi publik ini menjadi sarana sosialisasi Bawaslu Kota Semarang agar masyarakat semakin memahami akan pentingnya pengawasan Pemilu.
Sementara itu, Joko Susilo menekankan pentingnya peran warga dalam pencegahan pelanggaran Pemilu.
“Warga memiliki peran dalam mencegah pelanggaran Pemilu sejak tahap perencanaan hingga penetapan hasil. Pencegahan pelanggaran Pemilu akan efektif apabila warga tidak bersikap pasif,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan kolaborasi seperti ini perlu diselenggarakan diseluruh Kelurahan sehingga kesadaran masyarakat dapat tumbuh dan berkembang, karena berani lapor serta peduli adalah salahsatu kunci terwujudnya Pemilu yang berintegritas dan berdaulat.
Dalam pemaparannya, Moh. Rodhi menegaskan bahwa Pemilu merupakan momentum penting bagi seluruh warga negara.
“Pemilu adalah pesta demokrasi. Kita semua punya hak untuk dipilih dan memilih,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan Pemilu, tidak hanya hadir waktu pencoblosan saja.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Semarang berharap terbangun kesadaran kolektif masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan Pemilu, sehingga potensi pelanggaran dapat dicegah sejak awal dan demokrasi di Kota Semarang dapat berjalan dengan lebih berkualitas.