Pengendara bajaj melewati banjir yang menggenangi Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. (Foto: Antara) TODAYNEWS.ID – Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menerima permintaan warga RT 05/RW 05 Pejaten Timur, Pasar Minggu, untuk membebaskan lahan di wilayah tersebut sebagai bagian dari penanganan infrastruktur pascabanjir. Langkah ini dinilai penting dalam mendukung normalisasi Kali Ciliwung agar risiko banjir bisa ditekan.
“Jadi, mereka menunggu, tentunya nanti saya akan sampaikan ke Pak Gubernur upaya-upaya yang diharapkan oleh masyarakat dan diharapkan oleh kita juga, bagaimana agar warga di kawasan ini tidak lagi terkena banjir,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di Jakarta, Senin.
Anwar menuturkan dirinya telah berbicara langsung dengan warga Kelurahan Pejaten terkait permintaan pembebasan lahan tersebut. Selain itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yusuf, juga mengapresiasi langkah Wali Kota Jakarta Selatan yang turun langsung menemui warga RT 05 RW 05 Pejaten Timur.
Selanjutnya, masyarakat berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera merealisasikan normalisasi Kali Ciliwung, khususnya di Pejaten Timur yang berbatasan langsung dengan bantaran sungai. Kawasan ini termasuk wilayah rawan terdampak banjir saat debit air meningkat.
“Harapannya, Pemprov DKI Jakarta ini bisa membebaskan dan dibangun oleh pemerintah pusat. Agar masyarakat kita ini tidak terdampak banjir lagi,” ucapnya.
Karena itu, warga meminta percepatan pembebasan lahan di sepanjang Sungai Ciliwung, terutama di wilayah Pejaten Timur. Upaya ini dinilai menjadi bagian krusial dalam mendukung proyek normalisasi yang telah lama direncanakan.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait normalisasi Kali Ciliwung dan proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2026.
Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta per Juli 2025, total rencana panjang tanggul normalisasi Kali Ciliwung mencapai 33,69 kilometer (km). Dari jumlah tersebut, 17,14 km tanggul telah dinormalisasi, sedangkan 16,55 km lainnya masih menunggu proses pengerjaan.
Dalam program tersebut, terdapat 14 lokasi prioritas pembebasan lahan hingga 2027, yakni Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Manggarai, Bukit Duri, Kebon Baru, Cawang, Cililitan, Balekambang, Gedong, Pengadegan, Rawajati, Pejaten Timur, dan Tanjung Barat.
Adapun empat lokasi yang telah lebih dulu ditetapkan meliputi Cawang, Cililitan, Pengadegan, dan Rawajati. Untuk mendukung proyek ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp98 miliar.
Dengan percepatan normalisasi dan pembebasan lahan, diharapkan kawasan bantaran sungai, termasuk Pejaten Timur, bisa lebih terlindungi dari ancaman banjir di masa mendatang.