x

Raker dengan Komisi III DPR, Kapolri Singgung soal Peristiwa Agustus Kelabu

waktu baca 3 menit
Senin, 26 Jan 2026 13:01 41 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyinggung soal peristiwa kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada Agustus 2025 lalu.

Hal itu disampaikan Listyo Sigit pada saat rapat kerja (Raker) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Bagi Polri, peristiwa tersebut sebagai Agustus kelabu yang di mana pada saat itu situasi di beberapa daerah, termasuk Jakarta sangat mencekam dengan adanya aksi pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas publik dan kantor-kantor pemerintahan.

“Walaupun kita tahu bahwa tahun ini adalah tahun yang sangat sulit kita menghadapi berbagai macam dinamika yang terjadi di tanah air, khususnya kejadian beberapa waktu yang lalu yang kami kenal dengan istilah Agustus kelabu,” ujar Listyo Sigit di ruang rapat Komisi III DPR.

“Pada saat itu kemudian berdampak terhadap stabilitas Kamtibmas termasuk peristiwa-peristiwa perusakan yang terjadi di terhadap fasilitas-fasilitas publik di Polri, DPRD maupun di Pemda,” tambah Kapolri.

Meski saat itu situasi sempat memanas beberapa waktu, Listyo Sigit mengaku bersyukur atas upaya yang dilakukan jajarannya maupun TNI dan dukungan dari semua pihak untuk meredakan situasi tersebut.

“Namun Alhamdulillah atas kerja keras dari seluruh anggota dan dukungan seluruh elemen bangsa pada saat itu dalam waktu cepat situasi segera bisa kendalikan,” imbuhnya.

Bahkan kata Dia, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) setelah peristiwa itu hingga akhir tahun 2025 berlangsung aman dan kondusif.

“Dan saat ini mohon izin kami melaporkan bahwa stabilitas Kamtibmas nasional pada tahun 2025 dalam keadaan aman dan kondusif,” pungkasnya.

“Tentunya capaian ini tercapai atas dukungan seluruh pemerintah pusat daerah dan pimpinan DPR seluruh anggota dewan yang terhormat dan seluruh komponen dan elemen bangsa sehingga Polri dapat melaksanakan tugas pokoknya dalam memelihara stabilitas kamtibmas, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan pada masyarakat,” lanjut Kapolri.

Dalam rapat tersebut, Kapolri juga memaparkan bahwa berdasarkan survei Global safety report pada tanggal 18 September 2025 atau pasca terjadinya peristiwa itu, penilaian atau law and order index Indonesia berada di ranking 19 dari 140 negara dengan nilai 89.

“Dan pada saat responden ditanya terkait dengan apakah merasa aman berjalan di malam hari atau self to walk alone at night 83 responden merasa aman artinya posisi indonesia berada di ranking 25 dari 144 negara,” sambungnya.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil survei Litbang Kompa pada November 2025 lalu, kata Listyo Sigit, institusi Polri justru menjadi lembaga yang paling dipercaya oleh publik dan juga menjadi lembaga penegak hukum dengan peringkat teratas.

“Litbang Kompas juga merilis pada bulan November 2025 dari survei tersebut Polri menjadi salah satu lembaga negara yang paling dipercaya dan berada pada posisi peringkat ketiga dan menjadi lembaga penegak hukum paling dipercaya pada peringkat 1,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x