Pasukan Darat IRGC. Foto: Reuters TODAYNEWS.ID – Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam keadaan siaga tinggi ditengah ancaman agresi militer Amerika Serikat (AS).
Karami menegaskan bahwa Iran sedang menghadapi “perang komprehensif dan hibrida” yang dilancarkan di berbagai bidang, termasuk ekonomi, sosial, politik, dan dunia maya.
“Kami siap pada level tertinggi,” tegas Karami, melansir Kantor Berita Presstv, Kamis (15/1/2026).
Komandan tersebut juga menyoroti persatuan dan kekompakan angkatan bersenjata Iran dalam menghadapi setiap tindakan agresi, termasuk dalam menangani kerusuhan yang didukung AS dan rezim Zionis di Iran dalam seminggu terakhir.
Kerusuhan awalnya dimulai dengan protes damai dan sporadis oleh beberapa pedagang di Pasar Besar Teheran sebagai tanggapan terhadap fluktuasi mata uang nasional dan meningkatnya inflasi.
Kondisi ini sebenarnya sebagian besar disebabkan oleh sanksi tidak sah yang dikenakan pada rakyat Iran, khususnya oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, termasuk Inggris, Francis dan Jerman.
Aksi protes berlangsung damai selama seminggu, di mana Presiden Masoud Pezeshkian dan pemerintahannya melakukan pembicaraan dengan perwakilan para demonstran untuk mendengarkan tuntutan mereka.
Namun, mulai tanggal 8 Januari, situasi berubah ketika kekerasan terorganisir dan disengaja melampaui protes damai terkait keluhan ekonomi, yang dilakukan oleh perusuh dan penyabotase yang didukung asing.
Para perusuh dan pelaku sabotase bersenjata menyerang properti publik, termasuk toko-toko, bank, terminal bus, dan masjid, serta menewaskan sejumlah personel keamanan yang berupaya menenangkan mereka dan mengendalikan situasi.
Pihak berwenang di negara tersebut telah memperoleh bukti yang menunjukkan bahwa kelompok teroris yang didukung asing menggunakan dan mendistribusikan senjata serta sengaja menargetkan warga sipil dan pasukan keamanan.
Mereka menganggap Israel dan AS bertanggung jawab langsung atas tindakan terorisme dan vandalisme tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan melancarkan agresi militer terhadap Iran.
Komentar Karami sejalan dengan peringatan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Panglima Tertinggi IRGC, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, yang juga menekankan kesiapan militer untuk merespons dengan tegas terhadap setiap kesalahan perhitungan oleh kekuatan eksternal seperti AS dan Israel.
“IRGC yang kuat dan populer berada dalam kesiapan penuh untuk memberikan respons yang tegas terhadap kesalahan perhitungan musuh dan tentara bayaran domestik mereka yang bergaya Daesh,” tegas Pakpour pada, Rabu (14/1).