Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto: ParstodayTODAYNEWS.ID – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Iran siap melakukan serangan pendahuluan ke seluruh wilayah Pangkalan Militer AS dan Israel jika mendeteksi adanya serangan yang mengarah ke negaranya.
Peringatan itu Dia sampaikan usai Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap pemberontakan yang terjadi di kota-kota Iran.
Ghalibaf menegaskan bahwa setiap serangan Iran yang menyasar ke wilayah Israel dan pusat-pusat pangkalan militer AS dan kapal-kapal perang AS di kawasan sebagai sasaran yang sah.
“Serangan apa pun terhadap Iran akan menjadikan wilayah pendudukan (Israel), semua pusat dan pangkalan militer, serta kapal-kapal Amerika di kawasan itu sebagai sasaran yang sah,” tegas Ghalibaf, mengutip Senin (12/1/2026).
Ghalibaf juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menahan diri untuk berperang habis-habisan dan siap membuat perhitungan yang pantas terhadap musuh-musuh Iran.
“Kami tidak membatasi diri hanya menanggapi setelah serangan terjadi dan akan bertindak berdasarkan tanda-tanda ancaman yang objektif, sehingga tidak ada yang melakukan kesalahan perhitungan yang akan membawa mereka pada bencana,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden ASm Donald Trump mengatakan bahwa AS akan “membantu” para demonstran jika pemerintah Iran terus menindak para perusuh yang membuat kekacauan di kota-kota Iran.
“Sebaiknya kalian jangan mulai menembak, karena kami juga akan mulai menembak,” kata Trum.
Sementara itu, daam pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan bahwa Donald Trump yang konyol dan kriminal itu telah mendukung kekerasan dan terorisme modern di Iran dengan dukungan dari media dan negara-negara Barat, dan rezim Zionis.
Karena itu, IRGC mengecam keras campur tangan terang-terangan Trump dalam urusan internal Iran dan penghinaannya terhadap rakyat Iran.
IRGC menegaskan bahwa tindakan penghasutan kepada rakyat Iran yang dilakukan oleh para teroris dan didukung oleh AS dan Israel, akan berakhir dengan kegagalan total.
IRGC juga menyebut bahwa kejahatan yang dilakukan oleh teroris bersenjata dalam beberapa hari terakhir merupakan kelanjutan dari agresi militer AS-Israel selama 12 hari terhadap Iran yang menelan kekalahan bersejarah bagi mereka.
“Sebenarnya merupakan perpanjangan dari perang 12 hari yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang kriminal, dan tindakan balas dendam yang biadab atas kekalahan bersejarah di medan pertempuran besar itu,” tulis IRGC.