x

DPR Harap Pengembangan Pariwisata ke Depan Tak Lagi Mengejar Kuantitas Jumlah Pengunjung

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Jan 2026 06:03 4 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia, meminta Kementrian Pariwisata (Kemenpar) untuk menjadikan insiden tenggelamnya kapal wisata phinisi KM Putri Sakinah di Labuan Bajo sebagai pembelajaran untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas.

Seperti diketahui, kapal wisata phinisi KM Putri Sakinah yang membawa 11 penumpang, terdiri dari enam anggota keluarga pelatih Tim Valencia FC Fernando Martin, tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/12/2025).

Sehari setelahnya, justru kapal phinisi Sharandy of De Seas tenggelam setelah dihantam angin kencang di Perairan Serangan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (27/12/2025).

Karena itu menurutnya, mengakselerasi pergeseran fokus pariwisata dari kuantitas kunjungan ke kualitas pengalaman, nilai ekonomi, keberlanjutan, dan manfaat sosial menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dibenahi.

Chusnunia juga mengatakan bahwa faktor keselamatan dan kenyamanan menjadi salah satu focus pembenahan yang harus diperhatikan bersama.

“Kasus kematian pelatih Valencia Fernando Martin Carreras beberapa waktu akibat tenggelamnya wisata di Labuan Bajo harus menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bersama tentang pentingnya menghadirkan pariwisata yang berkualitas kedepan,” kata Chusnunia, pada Jumat (2/1/2025).

Pasalnya kata Dia, selama bertahun-tahun orientasi pariwisata di Indonesia dirayakan melalui angka jumlah kunjungan.

Sebab itu, kedepan sangat penting untuk melihat perubahan pola perjalanan wisata yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab dengan kreativitas dan kolaborasi.

“Pariwisata tidak cukup hanya dihitung dari berapa jumlah orang yang datang, hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengalaman itu dirasakan, bagaimana masyarakat siap menyambut, dan bagaimana manfaat ekonominya benar-benar kembali ke daerah,” ujarnya.

Legislator Fraksi PKB itu memandang bahwa pariwisata di Indonesia tidak boleh lagi hanya dipandang hanya sebagai sektor hiburan, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat guna memperkuat harapan bahwa pariwisata akan tumbuh ke arah yang lebih jelas, lebih aman, dan lebih berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dia juga mengatakan bahwa di banyak daerah wisata yang dikunjungi pihaknya juga melihat langsung bagaimana wisatawan semakin mencari pengalaman yang mendalam.

Menurutnya para wisatawan tidak hanya ingin melihat pemandangan, tetapi juga ingin merasakan kehidupan masyarakat lokal, tradisi, musik, kuliner, serta cerita kehidupan di balik sebuah destinasi.

“Pendekatan pariwisata berkualitas mengajak seluruh ekosistem untuk menghadirkan pengalaman yang lebih otentik, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar karenanya Kemenpar harus mengorkestrasi potensi-potensi wisata yang dalam upaya mendorong pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,”pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

16 hours ago
16 hours ago
22 hours ago
2 days ago

LAINNYA
x
x