Anggota Komisi XII DPR RI Junaidi Auly. Foto: IstimewaTODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Junaidi Auly, menegaskan pentingnya kehadiran inovasi seperti Aplikasi Multiplatform Sumber Daya Geologi Indonesia (GeoRIMA) seiring meningkatnya bencana lingkungan yang menimpa Indonesia akhir-akhir ini.
Menurutnya, berbagai kejadian banjir, longsor, dan degradasi ekosistem menunjukkan bahwa persoalan utama bukan semata-mata faktor alam, melainkan lemahnya tata kelola ruang dan sumber daya alam.
“Dalam konteks tersebut, keterbukaan data geologi dan sumber daya yang ditawarkan oleh Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian ESDM melalui inovasi aplikasi GeoRIMA seharusnya menjadi alat negara untuk mencegah risiko, bukan sekedar menyederhanakan eksploitasi,” kata Junaidy, Kamis (1/1/2026).
Junaidi memandang bahwa setiap data potensi mineral, batubara, dan energi yang dibuka ke publik harus dibaca bersamaan dengan data kerentanan lingkungan dan daya dukung wilayah.
“Ketika bencana terus berulang di berbagai daerah, negara tidak dapat lagi memecah kebijakan investasi dari tanggung jawab ekologis,” ujarnya.
Legislator Fraksi PKS ini mengatakan, GeoRIMA seharusnya dimanfaatkan sebagai instrumen perencanaan yang membantu pemerintah menghindari publikasi izin di kawasan rawan bencana, daerah resapan udara, serta wilayah yang memiliki fungsi lindung strategis.
“Dari sisi anggaran dan pengawasan, peningkatan bencana juga menjadi pengingat bahwa biaya pemulihan lingkungan dan sosial sering kali jauh lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi jangka pendek,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Junaidi mendorong agar keterbukaan data di sektor ESDM diimbangi dengan pengawasan lapangan serta penegakan kewajiban reklamasi dan pasca tambang.
“Transparansi yang tidak diikuti dengan pengendalian justru berpotensi mempercepat kerusakan lingkungan, yang pada akhirnya dibayar mahal oleh masyarakat melalui bencana dan krisis sosial,” tegas Junaidi.
Dalam situasi Indonesia yang semakin rentan terhadap bencana hidrometeorologi dan ekologis, Junaidi menegaskan bahwa GeoRIMA harus menjadi bagian dari kebijakan mitigasi risiko nasional.
“Data yang tersedia perlu benar-benar dimanfaatkan untuk melindungi ruang hidup rakyat, menjaga keseimbangan lingkungan, dan memastikan pembangunan ekonomi tidak menambah beban bencana di masa depan,” pungkasnya.
Dukungan parlemen terhadap GeoRIMA, menurutnya, didasarkan pada satu prinsip utama, yakni pengelolaan sumber daya alam harus memperkuat ketahanan bangsa, bukan menciptakan kerentanan baru.