Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (kiri) saat pertemuan bersama warga di Kecamatan Cibeunying Kidul. (Istimewa/todaynews.id) TODAYNEWS.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan bahwa 40 persen remaja putri di Kota Bandung alami anemia.
Anemia sendiri merupakan kondisi tubuh di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari batas normal.
Gejala yang sering dialami di antaranya, lemas, letih, lesu, mudah lelah, dan pucat.
“Sebanyak 40 persen gadis remaja di Kota Bandung mengalami anemia, terindikasi ketika pertama kali menstruasi. Karena itu kita jalankan program Tablet Tambah Darah (TTD) khusus remaja putri,” jelasnya.
Farhan menekankan pentingnya pencegahan anemia sejak dini. Oleh karenanya, Pemkot Bandung melaksanakan pemberian obat penambah darah kepada remaja putri.
“Kalau dari remaja sudah anemia lalu berlanjut sampai dewasa dan hamil, itu bisa menyebabkan kehamilan berisiko tinggi. Bahkan bisa memicu stunting,” ujarnya.
Farhan mengungkapkan, peningkatan produktivitas menjadi kunci agar Kota Bandung semakin maju dan sejahtera.
Pasalnya, menurut Farhan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini sudah melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga dibutuhkan produktivitas yang baik untuk lebih menggeliat lagi untuk berbagai sektor di Kota Bandung.
“Pertumbuhan ekonomi kita sekarang tinggi. Kalau ini bisa kita jaga, Bandung akan makin sejahtera. Kota yang sejahtera pasti membutuhkan banyak tenaga kerja,” ujar Farhan.
Ia mengingatkan, perkembangan Kota Bandung yang pesat akan menarik lebih banyak pendatang.
“Orang dari berbagai daerah akan terus datang ke Bandung. Kita semua harus siap menghadapi persaingan produktivitas,” katanya. ***