Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. Foto: Repro/Net TODAYNEWS.ID – Penolakan terhadap Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi untuk bergabung dengan partai Gerindra terus mendapatkan penolakan dari sejumlah kader di pusat hingga berbagai daerah serta organisasi sayap partai tersebut.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai sangat wajar jika keinginan orang dekat Jokowi itu ditolak oleh Partai Gerindra.
Pasalnya rekam jejak Budi Arie yang diduga terlibat dalam kasus judi online (Judol) sewaktu masih menjabat Menkominfo hingga direshuffle Budi Arie dari Kabinet Merah Putih dinilai tak akan memberikan dampak baik bagi Gerindra.
“Wajar kalau banyak kader maupun pengurus daerah dan organisasi sayap Partai Gerindra menolak Budi Arie Setiadi bergabung ke partai berlambang kepala burung Garuda tersebut,” kata Fernando kepada TODAYNEWS, Senin (24/11/2025).
“Kader, beberapa pengurus daerah ataupun organisasi sayap menganggap bahwa tidak ada dampak positif dari bergabungnya Budi Ari ke Partai Gerindra,” lanjutnya.
Alih-alih memberikan dampak positif, justru kehadiran Budi Ari di Partai yang diketuai oleh Presiden Prabowo Subianto itu diyakini hanya akan memberikan efek negatif.
“Mungkin mereka sudah memperhitungkan bahwa dampak negatif yang akan di dapatkan kalau menerima Budi Arie bergabung,” ujarnya.
Seperti diberitakan, berbagai kader dan organisasi sayap partai Gerindra menyatakan penolakannya atas kehadiran Budi Arie untuk bergabung dengan Partai pimpinan Prabowo itu.
Hal itu dibenarkan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Azis Subekti, yang menyatakan bahwa sangat wajar jika kehadiran Ketua Umum Projo itu ditolak oleh seluruh kader Gerindra.
Menurut Azis, banyaknya persoalan yang menyeret Budi Arie hingga menimbulkan polemik di publik sangat sensitif untuk bisa diterima oleh kader Gerindra.
“Hal-hal seperti yang dilakukan oleh Pak Budi Arie, itu sangat sensitif bagi kader Gerindra. Ya itu tercermin dari penolakan kader-kader Gerindra di seluruh tanah air,” ujar Azis di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025) lalu.
Azis mengatakan, bahwa di dalam internal partai seluruh kader Gerindra diajarkan oleh Prabowo untuk memiliki etika dalam berpolitik.
Selain itu, seluruh kader Gerindra juga ditekankan untuk tidak boleh berkhianat dan memiliki integritas serta kesetiaan.
“Jadi kalau Gerindra itu mengajarkan tentang etika dalam berpolitik. Karena tentang etika, kita tiap saat itu diingatkan oleh Pak Prabowo, dalam berpolitik harus punya etika,” ujarnya.
“Enggak boleh berkhianat, punya integritas, kesetiaan pada teman, loyalitas pada atasan,” tambah Azis.
Lebih lanjut, kata Azis, tak hanya Prabowo, seluruh pimpinan DPP Partai Gerindra juga selalu menekankan kepada kader untuk bersikap jujur dan tidak berkhianat kepada teman seperjuangan.
“Yang memperingatkan kan pimpinan kita sendiri, diajarkan untuk setia, punya loyalitas, punya integritas, jujur, tidak makan teman, gitu kan,” pungkasnya.