x

85 Daerah Alami Defisit Pangan, DPR: Jangan Sampai Prestasi Swasembada Beras Kita Tercoreng

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 14:58 21 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping, menyoroti hasil survei Bapanas 2025 yang menyebutkan ada 85 kabupaten mengalami defisit pangan dan didominasi oleh daerah di kawasan timur Indonesia dengan rician Papua 35,6 persen dan Maluku 30,27 persen.

Adapun kategori defisit pangan mulai dari beras, minyak sampai gula. Kondisi menurutnya sangat tidak ideal di saat hari besar agama Islam, Ramadhan dan Lebaran semakin dekat.

“Stok pangan wajib terjamin di perkotaan sampai perdesaan, dari daerah maju sampai daerah terluar dan tertinggal sebagai bukti kehadiran negara mengurus pangan rakyatnya,” kata Riyono mengutip Kamis (12/2/2026).

Menurutnya pemerintah perlu mengantisipasi dan melakukan persiapan yang lebih matang agar 85 wilayah tersebut tidak menimbulkan gejolak yang seolah-olah mewakili seluruh Indonesia.

“Bapanas harus menjaga ketat keberadaan 85 kabupaten yang masuk defisit pangan ini. Jaga betul dan pastikan stok pangan aman sekaligus harga terjangkau masyarakat,” tegasnya.

“Jangan sampai prestasi swasembada beras kita tercoreng karena rakyat berpikir harga beras masih mahal. Inilah yang harus dipahami dan diintervensi oleh negara,” tambah Riyono menegaskan.

Menurutnya negara wajib hadir menyediakan pangan kepada rakyatnya, sebab itu merupakan jantung dari sebuah bangsa. Ia menilai jika hal ini terus dibiarkan maka akan terjadi kenaikan harga tidak wajar dan kelangkaan pangan.

“Defisit pangan ini kondisi di mana ketercukupan pangan di suatu wilayah atau daerah tidak mampu dipenuhi oleh produksi daerah itu sendiri. Dari sisi stok, akses, dan distribusi pangan rawan akan terjadi kenaikan harga yang anomali dan bisa menyebabkan kelangkaan strategi pangan,” papar Riyono Caping.

Untuk itu, kata Riyono, penguatan pangan lokal dan peningkatan kapasitas produksi lokal menjadi salah satu kunci bagi pengurangan defisit pangan bagi daerah yang masuk indeks rawan pangan ini.

“Pembangunan food estate di Papua dan Maluku harus terus dipantau dan dipastikan mampu berkontribusi mengurangi defisit pangan,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x