Pemain Muda Indonesia Bikin Pelatih dan Pemandu Bakat di Tic Tac Cup 2022 Terpesona

0

“Ada beberapa klub dan agen yang bertanya-tanya setelah melihat beberapa pemain kita. Juga panitia yang merupakan pemandu bakat dari klub-klub besar. Mereka melihat seperti kapten (Jovas, red) merupakan pemain potensial,” ujar Asyraf.

Menyajikan Fakta, Melengkapi Informasi

JAKARTA – Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda. Tag line iklan parfume itu cocok untuk gambarkan situasi pemain muda Indonesia U-12 yang tergabung dalam NYXS Dream Team Indonesia yang baru saja berjuang di Tic Tac Cup di Barcelona, Spanyol. Ini karena pelatih di turnamen antarklub U-12 itu langsung terpesona melihat kemampuan anak asuh Usman Halik yang debut di ajang tersebut.

“Kami selama di sana, ditanya-tanya oleh pelatih-pelatih yang ada di sana. Ini tim dari mana. Mereka impressed dengan penampilan anak-anak karena mereka bermain bagus. Semua melihat kita setelah kita bisa mengawali pertandingan dengan mengalahkan RC Deportivo (4-0) lalu SL Benfica (2-1). Apalagi di game ketiga kita seri lawan Barcelona (2-2). Orang-orang semakin bertanya-tanya,” ungkap Direktur NYXS ASEAN Khairul Asyraf.

Di Tic Tac Cup 2022, NYXS Dream Team Indonesia berkekuatan 12 pemain. Mereka adalah Zaki Rizwan Al Fajri (Bekasi), Muhammad Fadly Febriansyah (Makassar), Muhammad Al Fathanah (Makassar), Abdeil Muhammad Belva (Bandung), Algifarih (Makassar), Noa Adithya Denis (Bali), Rakata Fauzi Abdillah (Yogyakarta), Joe Gerald Sianturi (Bekasi), Febrian Jovas Nararya (Bandung), Faruq Algifarih (Tangerang), Gazendra Prayata (Jakarta), dan Surya Pringga (Tangerang).

Ke-12 pemain ini dinyatakan layak mewakili bendera Indonesia di Tic Tac Cup 2022 setelah mendapatkan rekomendasi dari pemandu bakat dalam seri nasional NYXS BLiSPI Cup 2022. Pemandu bakat itu berasal dari domestik dengan emlihat langsung pertandingan dan dari Spanyol dengan melihat rekaman pertandingan.

Sebelum bertolak ke Barcelona, mereka melakukan persiapan sekitar sembilan hari di Serpong. Siapa sangka persiapan mepet itu tidak mereduksi potensi pemain muda Indonesia memikat pemandu bakat luar negeri.

Ini karena mereka mampu melaju ke babak kedua setelah mengemas dua kemenangan dan sekali imbang di fase grup. Di babak kedua kalah atas Espanyol dan menang dari FC Andorra. Juara dari Tic Tac Cup 2022 sendiri adalah UE Cornella.

“Ada beberapa klub dan agen yang bertanya-tanya setelah melihat beberapa pemain kita. Juga panitia yang merupakan pemandu bakat dari klub-klub besar. Mereka melihat seperti kapten (Jovas, red) merupakan pemain potensial,” ujar Asyraf.

Karena itu, Asyraf menjamin bahwa ini adalah awal dari sebuah program pembinaan pemain muda di Indonesia. Setelah ini, para pemain rencananya akan tetap dibina. Ada pembicaraan dengan Kemenpora melalui Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta.

“Dalam pembicaraan itu, kemungkinan anak-anak ini akan diarahkan ke Sekolah Olahraga Ragunan. Yang pasti kita sudah siapkan program untuk anak-anak ini tapi saya belum bisa bicarakan sekarang,” terangnya.

Asyraf menambahkan, untuk menatap persaingan Tic Tac Cup tahun depan butuh persiapan lebih matang.

“Jika kita mau lakukan hal ini lagi tahun depan ya kita harus melakukan persiapan lebih panjang untuk TC dan juga persiapan pemberangkatannya. Namun kami tekankan bahwa, ini bukan akhir dari semuanya. Sebaliknya, ini adalah awal dari sebuah program,” ujarnya.(sat)

About The Author

Menyajikan Fakta, Melengkapi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *